|
05
Jan
|
Air Pasang Sungai Cempaga Kotim Picu Ancaman Buaya Naik ke Permukiman Warga |
kanalkalteng.com,Sampit-Warga yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul naiknya debit air sungai dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut berpotensi memicu kemunculan satwa liar, termasuk buaya, ke kawasan permukiman.
Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan Wanita di Pahandut Palangka Raya
Di Desa Cempaka Mulia Barat, Kecamatan Cempaga, seekor buaya dilaporkan terlihat mendekati rumah warga saat air sungai meluap. Satwa tersebut bahkan sempat naik hingga ke bagian ketitian batang rumah, memicu kekhawatiran masyarakat setempat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan, pihaknya menerima informasi dari warga dan saat ini masih melakukan pemantauan kondisi di lapangan.
“Kami menerima laporan dari masyarakat terkait kemunculan buaya di wilayah Cempaga. Hal ini berkaitan dengan kondisi air sungai yang sedang pasang,” kata Multazam, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, kemunculan buaya di permukiman bukan pertama kali terjadi. Saat debit Sungai Cempaga meningkat, satwa liar tersebut kerap keluar dari habitatnya dan mendekati kawasan tempat tinggal warga.
Hal senada disampaikan Arto, warga Desa Cempaka Mulia Barat. Ia menyebutkan, setiap kali air sungai pasang, warga sudah terbiasa melihat buaya muncul di sekitar permukiman.
“Kalau air sungai naik, buaya memang sering terlihat. Sudah sering seperti itu,” ujarnya.
BPBD Kotim mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran Sungai Cempaga, agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama pada malam hari. Warga juga diminta segera melapor jika kembali melihat kemunculan buaya.
“Keselamatan warga yang utama. Jika ada buaya atau satwa liar lainnya muncul, segera laporkan agar bisa ditindaklanjuti,” tegas Multazam.
Hingga saat ini belum ada laporan korban akibat kejadian tersebut. Meski demikian, warga diimbau membatasi aktivitas di sekitar sungai selama kondisi air pasang guna menghindari risiko yang membahayakan.
Penulis : Yanti
Editor : Karana