|
30
Dec
|
Debit Air Sungai Kahayan dan Rungan Naik, Warga Bantaran Diminta Waspada |
kanalkalteng.com,Palangka Raya-Dari pemantauan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Kalteng, debit Sungai Kahayan dan Sungai Rungan Mulai meningkat dan menggenagi sejumlah wilayah.
Baca juga: 433 Kendaraan Terjaring Operasi Penertiban Pajak di Palangka Raya, 42 Kendaraan Menunggak
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Heri Fauzi mengatakan, dari hasil pemantauan dilapangan, saat ketinggiaan debit air naik antara 10-20 cm.
Kondisi ini kata dia terjadi di beberapa kawasan yang biasa menjadi langganan banjir di wilayah Kota Palangka Raya.
Misalnya seperti di Jalan Anoi Dan Komplek Mendawai Kelurahan Langkai, Kelurahan Petuk Katimpun, beberapa kawasan di Kelurahan Bukit Tunggal, Pelabuhan Rambang Kelurahan Pahandut Serta Kelurahan Tumbang Rungan.
Ketinggiaan air ditempat tersebut berbeda beda disetiap kelurahan karena faktor ketinggiaan datarannya.
Contohnya, di Kelurahan petuk katimpun ketinggiaan air naik cukup signifikan hingga menutup badan jalan menuju ketimpun bawah dengan ruas jalan yang tergenang sekitar 20 meter.
“Meskipun tergenang air, namun masyarakat masih bisa beraktifitas dengan normal meski harus mengurangi kecepatannya saat melintasi genangan air,”ujarnya di Palangka Raya, Selasa (30/12/2025).
Kondisi yang sama lanjut Heri, juga terjadi di Jalan Pelatuk VII dan Jalan Anoi ada kenaikan debit air sekitar 20 cm namun demikiaan aktivitas warga masih berjalan normal ruas jalan yang terendam air di jalan Pelatuk VII sepanjangnya sekitar 150 Meter.
“Terjadinya peningkatan debit air ini sebagai dampak dari meningkatnya intensitas hujan yang cukup tinggi di wilayah hulu dan sekitarnya,”paparnya.
“Kemungkinan banjir di Kawasan pemukiman warga di bantaran sungai Kahayan dan rungan akan terjadi jika hujan dengan intensitas tinggi berlanjut hingga 3–5 hari ke depan,”tambahnya.
Hery menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memantau informasi resmi dari BPBD maupun BMKG.
Selain itu juga hindari aktivitas di sekitar bantaran sungai jika air terus serta amankan barang-barang penting dan dokumen jika berada di wilayah rawan banjir.
“Kami dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Palangka Raya selalu siaga 24 jam untuk mengantisipasi hal-hal yang bisa menimbulkan kedaruratan,”pungkasnya.
Penulis : Yanti
Editor : Karana W