Header Motor Mati di Jalan Gelap, Warga Terantang Jadi Korban Begal di Jalur Sampit–Kota Besi

Ilustrasi (unsplash)

Motor Mati di Jalan Gelap, Warga Terantang Jadi Korban Begal di Jalur Sampit–Kota Besi

kanalkalteng.com,Sampit-Jalur Sampit–Kota Besi kembali menyisakan cerita mencekam. Seorang warga Desa Terantang, Kecamatan Seranau, harus kehilangan harta bendanya setelah menjadi korban pembegalan saat motornya mogok di kawasan sepi. 

Baca juga: Remaja Tabrak Truk Tronton Parkir di Mahir Mahar Km 19 Palangka Raya

Peristiwa itu dialami Khaliqin ketika melintas di Jalan Tjilik Riwut pada waktu magrib menjelang isya. Kondisi jalan yang minim penerangan memaksanya berhenti setelah sepeda motor yang dikendarainya tiba-tiba mati di tengah perjalanan.

Saat korban berusaha memperbaiki motornya di pinggir jalan, dua orang tak dikenal datang berboncengan dari arah Sampit. Situasi yang awalnya tampak biasa berubah dalam hitungan detik.

“Korban itu suami saya. Kejadiannya sangat cepat,” kata Nemah, istri korban, saat ditemui, Senin (26/1/2026). 

Menurut penuturannya, salah satu pelaku diduga mengeluarkan senjata tajam. Tanpa memberi kesempatan korban bereaksi, tas yang dibawa Khaliqin langsung ditarik paksa hingga talinya putus.

“Pelaku memotong tali tas pakai pisau. Suami saya kaget dan tidak berani melawan,” ujarnya.

Para pelaku kemudian melarikan diri ke arah Kota Besi, meninggalkan korban sendirian di lokasi kejadian. Akibat aksi tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp7 juta.

Selain tas, pelaku membawa kabur telepon genggam, kartu ATM, serta sejumlah barang pribadi penting lainnya. Bahkan, kartu ATM korban sempat digunakan sebelum akhirnya diblokir oleh pihak keluarga.

Lokasi kejadian yang relatif sepi dan jarang dilintasi kendaraan pada malam hari diduga menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan jalanan.

Kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Aparat saat ini masih melakukan penyelidikan dan memburu pelaku yang identitasnya belum diketahui.

Keluarga korban berharap kepolisian segera menangkap pelaku serta meningkatkan patroli keamanan, khususnya di jalur Sampit–Kota Besi yang kerap dilintasi warga pada malam hari dan dinilai rawan tindak kriminal.

Penulis : Sriyanti

Editor : Karana

Share this Post