Header Program MBG Jadi Lokomotif Terjadinya Pertumbuhan Ekonomi di Daerah

Kerpala Perwakjilan BI Kalteng Yuliansah Andrias saat pertemuan dengan wartawan di Palangka Raya (Foto:kanalkalteng.com)

Program MBG Jadi Lokomotif Terjadinya Pertumbuhan Ekonomi di Daerah

kanalkalteng.com,Palangka Raya-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa sekolah yang kini dijalankan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai menjadi salah satu pemicu terjadinya pertumbuhan ekonomi di daerah.

Baca juga: Ramainya, Peracunan Udang di Sungai Mentaya Jadi Perhatian Dinas Perikanan Kotim

Hal itu dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) Kalteng, Yuliansah Andrias, Kamis (13/11/2025) di Palangka Raya.

“Kami melihat, program ini bagus karena dia diharapkan akan menjadi lokomotif pertumbahan ekonomi didaerah. Hal itu karena keberadaanya didaerah dan menggunakan resources (sumber daya) daerah dan pasti akan mengakselerasi petumbuhan di daerah,”paparnya.

Diakuinya, dalam pelaksanaanya dilapangan masih ada bebeberapa catatan yang harus dibenahi, namun itu semua untuk dilakukan perbaikan kedepannya.

“Namun lambat laun nantinya akan menjadi evaluasi dalam pelaksanaanya, tapi yang jelas program MBG ini nanti akan merangsang terjadinya pertumbuhan ekonomi di Kalteng,”ujarnya.

Untuk diketahui, hingga September 2025, tercatat sebanyak  175 sekolah di Palangka Raya telah menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penerimanya mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA sederajat, dan jumlah ini akan terus bertambah. Pada awal program, hanya 16 sekolah yang terlayani, namun penyaluran terus diperluas secara bertahap seiring dengan penambahan unit dapur pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).

Dibagian lain Yuliansah Andrias mengatakan, menyinggung pertumbuhan ekonomi Kalteng ditengah tidak kepastian global, saat ini pertumbuhan  perekonomian Kalimantan Tengah masih stabil.

Hal ini karena daerah ini masih ditopang oleh dua sektor andalannya, yakni  sektor industri pengolahan dan pertambangan.

“Tapi dari sisi ekspor dan impor menunjukkan penurunan. Contohnya, ekspor Kalteng pada periode Januari–September 2025 tercatat US$2,55 miliar, turun 14,21 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara impor menurun 47,22 persen menjadi US$28,34 juta,”paparnya. (Dhanny-OR2)

Share this Post