|
23
Jan
|
Video Anak Aniaya Orang Tua di Hanjalipan Viral, Penyebab Masih Didalami |
kanalkalteng.com,Sampit-Sebuah rekaman video yang menampilkan aksi kekerasan seorang anak terhadap orang tuanya menghebohkan masyarakat setelah beredar luas melalui pesan berantai WhatsApp dan media sosial, Kamis (22/1/2026). Peristiwa tersebut diketahui terjadi di Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dan memicu beragam spekulasi di ruang publik.
Baca juga: Dini Hari, Haula Cafe di Nyai Balau Ludes Terbakar
Dalam narasi yang menyertai video, pelaku disebut-sebut melakukan penganiayaan akibat pengaruh narkoba. Namun informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya. Aparat dan pemerintah setempat masih melakukan penelusuran guna mengetahui kondisi sebenarnya dari pria yang terekam dalam video viral tersebut.
Camat Kota Besi, Muhammad Huzaifah, membenarkan bahwa peristiwa itu terjadi di wilayahnya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa berdasarkan informasi awal yang diterima pihak kecamatan, kejadian tersebut tidak berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika.
“Informasi sementara yang kami terima, yang bersangkutan diduga memiliki keterbelakangan mental,” ujarnya, Jumat (23/1/2026).
Huzaifah menambahkan, pemerintah desa bersama kecamatan saat ini tengah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Kotim untuk penanganan lebih lanjut terhadap yang bersangkutan. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan penanganan yang tepat, baik dari sisi sosial maupun kesehatan.
“Proses pengurusan ke Dinsos sedang berjalan,” katanya.
Sementara itu, Dinas Sosial Kotim menyatakan belum dapat memastikan status pelaku, apakah termasuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) atau mengalami kondisi lain, termasuk kemungkinan pengaruh zat tertentu. Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kotim, Rusdianur, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil penanganan awal sebelum mengambil langkah pendampingan lanjutan.
“Kami belum bisa menyimpulkan. Informasi yang kami terima sementara ini, penanganan awal dilakukan oleh Polsek Kota Besi untuk menjaga situasi tetap kondusif,” ujarnya.
Di tengah beredarnya berbagai versi informasi di media sosial, Rusdianur mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan menyebarkan asumsi yang belum tentu benar. Ia menegaskan, seluruh proses penanganan akan dilakukan sesuai prosedur setelah kondisi dan latar belakang pelaku diketahui secara pasti.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait status hukum maupun hasil pemeriksaan terhadap pelaku. Identitas yang bersangkutan juga belum diungkap demi menjaga privasi dan proses penanganan lebih lanjut.
Penulis : Sriyanti
Editor : Karana