|
16
Jan
|
Pelajar SMP Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Tegaskan Tidak Ada Tindak Kekerasan |
kanalkalteng.com,Sampit-Suasana sore di sebuah rumah sederhana di Kecamatan Cempaga Hulu mendadak berubah duka. Seorang pelajar SMP ditemukan meninggal dunia di kediaman orang tuanya, Rabu (14/1/2026). Peristiwa ini sempat memunculkan berbagai informasi di masyarakat, namun kepolisian memastikan kejadian tersebut tidak mengandung unsur kekerasan.
Baca juga: Dibacok di Damar Makmur, Pria 46 Tahun Jalani Perawatan, Pelaku Dibekuk
Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasi Humas Polres Kotim AKP Edy Wiyoko mengatakan, aparat kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan sekitar pukul 16.35 WIB dari pihak Humas PT WNL.
“Personel Polsek Cempaga Hulu langsung menuju lokasi kejadian. Saat tiba, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dan telah diturunkan oleh warga,” ujar AKP Edy, Jumat (16/1/2026).
Korban diketahui berinisial ATR (17), seorang siswa SMP yang tinggal di Perumahan Estate SDME Blok 35 Divisi II, Dusun Serawak, Desa Selucing, Kecamatan Cempaga Hulu. Korban ditemukan di area pintu kamar rumah orang tuanya.
Dari hasil pemeriksaan di tempat kejadian perkara, polisi menemukan sejumlah barang yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Di antaranya seutas tali nilon yang dilapisi kain hitam terikat pada kusen pintu kamar, serta sebuah boks salon yang diduga digunakan sebagai pijakan.
“Korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Pundu untuk dilakukan pemeriksaan luar dan visum et repertum,” jelas AKP Edy.
Hasil pemeriksaan medis menyimpulkan bahwa korban meninggal dunia akibat gantung diri. Polisi menegaskan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban selain bekas jeratan di leher.
“Hasil visum menyatakan tidak ada unsur kekerasan. Penyebab kematian mengarah pada gantung diri,” tegasnya.
AKP Edy juga meluruskan informasi yang sempat berkembang di tengah masyarakat terkait lokasi kejadian. Ia menegaskan peristiwa tersebut tidak terjadi di kebun sawit, melainkan di dalam rumah korban.
“Korban pertama kali ditemukan oleh orang tuanya saat pulang ke rumah. Orang tua kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk menurunkan korban,” katanya.
Pihak keluarga korban telah menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi. Keluarga juga telah membuat surat pernyataan tidak menuntut secara hukum.
Atas kejadian ini, kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya serta menghormati privasi keluarga korban.
“Kami berharap masyarakat tidak berspekulasi dan tetap bijak menyikapi peristiwa ini, mengingat korban masih berusia remaja,” pungkas AKP Edy.
Penulis : Yanti
Editor : Karana W