Header Puluhan  Hotspot Ditemukan Kabupaten  Kotim

Petugas saat melakukan pemadaman dilahan yang terbakar di Palangka Raya beberapa waktu lalu (IFoto: BPBD Palangka Raya)

Puluhan Hotspot Ditemukan Kabupaten Kotim

kanalkalteng.com,Sampit-Berdasarkan rekapitulasi titik panas (hotspot) BMKG Sampit, dalam 24 jam terakhir,  pada tanggal 14 Januari 2026 terpantau 15 sebaran hotspot di enam kecamatan.

Baca juga: Dibacok di Damar Makmur, Pria 46 Tahun Jalani Perawatan, Pelaku Dibekuk

Kemudian pada 15 Januari 2026, terpantau berjumlah 9 hotspot di dua kecamatan.

 “Meningkatnya kemunculan hotspot ini mulai terjadi sejak dua hari terakhir. Hal ini tidak terlepas dari kondisi curah hujan yang mulai menurun di wilayah Kotim,”ujar Prakirawan BMKG Kotawaringin Timur, Rizaldo Raditya Pratama,Sabtu (17/1/2026)

Dijelaskannya, Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sampit, akumulasi hotspot terus bertambah seiring menurunnya curah hujan dan kondisi wilayah yang mulai mengering.

“Dalam beberapa hari terakhir, curah hujan cenderung berkurang dan sifat hujannya ringan serta singkat. Kondisi ini membuat lahan, terutama lahan gambut, menjadi kering dan sangat mudah terbakar,” ujarnya.

Munculnya hotspot sejalan dengan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, dengan luas lahan terbakar mencapai enam hektare. Wilayah ini sekaligus menjadi salah satu lokasi, dengan jumlah titik hotspot terbanyak pada tanggal 15 Januari yang mencapai delapan hotspot.

Rizaldo menambahkan, munculnya hotspot bukan menjadi penanda jika di titik itu telah terjadi karhutla. Hotspot muncul karena lokasi di permukaan bumi yang terdeteksi oleh satelit memiliki suhu lebih tinggi dari sekitarnya, Sehingga menjadi indikator awal terjadinya karhutla.

“Munculnya hotspot ini bukan berarti di titik itu ada karhutla, namun sebagai indikator awal,” jelasnya.

Rizaldo juga memperkirakan, Sebaran hotspot di Kotim dalam beberapa hari kedepan akan terus meningkat. Hal ini seiring dengan potensi terjadinya karhutla yang tinggi di daerah ini.

Penulis : Sriyanti

Editor : Karana W

Share this Post