Header Seorang Lansia Ditemukan Meninggal dalam Losmen Palangka Raya

Petugas pada saat mengevakuasi jenazah korban untuk dilarikan ke rumah sakit, Sabtu (19/4/2025).

Seorang Lansia Ditemukan Meninggal dalam Losmen Palangka Raya

kanalkalteng.com , Palangka Raya – Seorang lansia berjenis kelamin laki-laki ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar penginapan di Palangka Raya pada Sabtu (19/4/2025).

Baca juga: Polres Kotim Musnahkan Barang Bukti 1,2 Kg Sabu, Senilai Hampir Rp2 Miliar, Selamatkan Ribuan Jiwa

Penemuan mayat lansia laki- laki terjadi di Losmen Payang yang berlokasi di Jalan Jawa, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut atau tepatnya berada di kawasan Kompleks Pasar Besar Palangka Raya, Kalteng.

Korban diketahui bernama Hamidiansyah (86). Berdasarkan data yang tercantum pada Kartu Tanda Penduduk (KTP), ia beralamat di Jalan Kecubung atau Jalan Tjilik Riwut Km 3, Palangka Raya.

Penemuan mayat bermula dari kecurigaan pengelola losmen yang tidak mendapat respons dari korban saat ditanyai soal kondisi kesehatannya.

Menurut keterangan saksi pertama, Karina (40), yang merupakan pengelola losmen, bahwa pada sekitar pukul 01.00 WIB ia sempat mengecek dan menanyakan kondisi korban dengan berbincang ringan.

“Saya tanya soal kipas angin, katanya baik-baik saja, tapi saya lihat memang beliau tampak sakit-sakitan,” ungkapnya di lokasi kejadian.

Namun pada pukul 09.00 WIB, saat Karina kembali untuk menawarkan makanan, korban sudah tidak merespon meskipun dipanggil berkali-kali.

“Setelah tidak mendapatkan respon itu, kemudian saya mencoba untuk meminta bantuan warga sekitar untuk memeriksa kondisi korban,” tukasnya.

Sementara itu,  Jhon Natali yang juga pengelola losmen mengungkapkan, bahwa ketika itu dirinya dihubungi oleh pemilik losmen pada sekitar pukul 09.30 WIB untuk mengecek kamar guna mengetahui kondisi korban.

“Saat saya masuk, korban sudah dalam posisi telungkup di atas kasur dan tidak bergerak,” urainya.

Disebutkannya, bahwa korban ini diketahui telah lama menetap di losmen tersebut dan tidak memiliki keluarga alias tinggal sebatang kara.

“Beliau memang sudah lama tinggal di sini, kami gratiskan karena beliau mengaku tidak punya keluarga dan menolak dititipkan ke panti jompo,” tutupnya.(Redaksi)

Share this Post