|
02
Dec
|
Warga Geger Ketika Anak-anak Temukan Granat Disangka Mainan di Sampit |
kanalkalteng.com , Sampit-Sebuah granat yang tersimpan di dalam lemari barak kosong di Jalan Kembali 4, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), nyaris tidak terdeteksi selama bertahun-tahun. Benda berbahaya itu baru diketahui keberadaannya setelah seorang bocah tanpa sengaja menemukannya dan mengira itu mainan.
Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Penganiaan Wanita di Pahandut Palangka Raya
Pemilik barak, Mujiburhan (52), mengaku barak nomor tiga itu sudah lama tidak dihuni sejak ditinggalkan penghuninya terakhir, seorang pria asal Kapuas bernama Iwan. Barak tersebut tak pernah benar-benar diperiksa, termasuk isi lemari yang ternyata menyimpan granat tersebut.
“Sejak 2017 barak itu kosong. Dulu ditempati Iwan, orang Kapuas. Setelah dia meninggal, keluarganya pindah begitu saja,” kata Muji, Selasa (2/12/2025).
Iwan diketahui tinggal dua tahun di barak itu. Ia berjualan berbagai barang secara online, mulai parfum hingga produk lain yang bisa dipasarkan.
Namun kesehatannya memburuk akibat diabetes. Luka pada kakinya makin parah hingga membuatnya tidak bisa berjalan, sebelum akhirnya meninggal pada 2017.
Sejak itu, barak ditinggalkan tanpa membawa semua barang yang ada di dalamnya. Pakaian dan sebuah lemari kayu tetap tertinggal. Muji mengaku hanya sesekali membersihkan bagian luarnya, tetapi tidak pernah memeriksa isi lemari.
“Saya kadang bersihkan karena berdebu, tapi lemari itu tidak pernah saya buka,” ujarnya.
Ketenangan warga sekitar mendadak berubah pada Sabtu (29/11/2025). Seorang bocah kelas IV SD yang tinggal di pintu barak sebelah masuk ke kamar yang tidak terkunci dan menemukan granat tersebut.
Ia membawa benda itu ke luar dan menunjukkan kepada Muji tanpa mengetahui betapa berbahayanya benda yang digenggamnya.
“Dia datang dan bertanya, ‘Ini apa?’ Saya lihat lalu saya taruh di atas lemari rumah. Saya pikir bukan apa-apa,” kata Muji.
Istri Muji bahkan sempat menimang granat itu dan memperkirakan bobotnya sekitar setengah kilogram. Keduanya meyakini itu hanya replika karena bentuknya cukup rapi dan tidak tampak rusak.
Kenyataannya baru terungkap ketika anak Muji, yang bertugas di Brimob, melihat barang tersebut. Seketika ia memastikan bahwa benda itu adalah granat asli.
Mendengar hal itu, Muji langsung terpukul dan buru-buru menjaga jarak dari granat tersebut sebelum melapor ke polisi.
“Awalnya kami kira mainan. Tapi setelah diberi tahu itu granat betulan, langsung kaget. Meletakkannya pun jadi hati-hati sekali,” ucapnya.
Informasi awal yang diterima keluarga menunjukkan bahwa granat itu diduga berusia cukup tua. Pihak kepolisian kini masih memeriksa tingkat keaktifan serta kondisi bahan peledak tersebut.
Penulis : Heriyanto
Editor : Surya S