Header OJK Dorong Pembiayaan UMKM di Kalteng Melalui Pasar Modal

Kepala OJK Kalteng Primandanu Febriyan Aziz (kedua dari kiri) saat memberikan keterangan kepada wartawan di Palangka Raya, Rabu (16/4/2025) Foto:kanalkalteng.com

OJK Dorong Pembiayaan UMKM di Kalteng Melalui Pasar Modal

kanalkalteng.com,Palangka Raya-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pembiayaan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi Kalteng bisa dilakukan melalui pasar modal.

Baca juga: Dibacok di Damar Makmur, Pria 46 Tahun Jalani Perawatan, Pelaku Dibekuk

Penegasan itu dikatakan Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, saat melakukan pertemuan dengan wartawan di Palangka Raya, Rabu (16/4/2025).

Dijelaskannya, dalam minggu ini  OJK Kalteng akan menyelenggarakan rapat koordinasi (rakor) Tim Percepatan Akses Keuangan daerah (TPAKD) se-Kalteng di Palangka Raya.

“Dalam rakor itu akan coba kita dorong hal itu. Karena tak menutup kemungkinan saat diskusi rakor TPAKD kita coba buka opsi pembiayaan UMKM melalui pasar modal,”paparnya.

Data OJK Kalteng menyebutkan, penyaluran kredit di Kalteng berdasarkan jenis usaha, per januari 20205,  untuk sektor non UMKM mencapai  Rp 31,85 triliun (64,17%).

Sementara untuk sektor MKM (mikro kecil dan menengah)  jumlahnya relative lebih kecil: untuk mikro Rp 8,83 triliun (17,80%), kemudian untuk Kecil Rp 6,11 triliun dan menengah Rp 2,84 triliun (5,72%).

Dibagian Primandanu juga menjelaskan, karena TPAKD itu menyasarnya ke UMKM,  maka pada rakor TPAKD se-Kalteng  pembiayaan melalui sektor lain  akan selalu didorong.

Ini Karena kredit yang ditawarkan itu kredit mikro dan kemudian bunga sangat kecil dan diharapkan pelaku UMKM bisa memanfaatkannya.

“Tak hanya itu dengan cara ini diharapkan UMKM di Kalteng akan bisa naik kelas untuk kemudian memanfaatkan pembiayaan lain. ini termasuk poin yang kita dorong” tandasnya.

Ini kata dia karena mumpung diawal tahun dan saat ini masih tahap perencanaan. Karena dari 15 TPKAD yang ada di Kalteng, saat ini baru 5 TPAKD yang menyampiakan laporan perencanaan kerja.

“Dan kami kami monitor, dari 5 yang masuk itu, masih belum banyak yang mengeksplor dari sisi pembiayaan UMKM. Mereka berkutat hanya soal tentang pembukaan rekening, tabungan dan lainnya,”jelas Primandanu Febriyan Aziz.(Dhanny-Redaksi)

Share this Post