|
02
Jan
|
Presiden Prabowo Minta Kepala Daerah dan TNI-Polri Jaga Kebun Sawit, Pengamat: Sebaiknya Disertai Kebijakan Konkret |
kanalkalteng.com,Palangka Raya-Palangka Raya-Presiden Prabowo Subianto saat Musrenbangnas RPJMN 2025-2029 di BAPENAS, Jakarta, Senin (30/12/2024), meminta agar pejabat daerah serta TNI-Polri melindungi dan menjaga kelapa sawit sebagai asset negara.
Baca juga: Hujan Deras di Sampit, Puluhan Rumah dan Fasilitas Umum Terendam
Menanggapi hal itu, pengamat perkebunan Kalteng yang juga dosen Universitas Kristen Palangkaraya ( UKPR) Dr.Ir. Rawing Rambang, MP, mengatakan, apa yang disampaikan presiden sebaiknya tak hanya berlaku bagi pejabat didaerah dan TNI-Polri saja, tapi juga untuk pejabat pusat dan serta semua Instansi terkait.
“Saya berharap agar hal itu diimplementasikan dalam dalam bentuk kebijakan-kebijakan konkret, seperti proses perizinan,”ujarnya di Palangka Raya, Kamis (2/1/2025).
Dia kemudian mencontohkan, saat ini masih adanya sejumlah permasalahan yang mengganjal seperti penggunaan kawasan hutan dan non hutan. Kemudian gangguan usaha dan konflik sosial.
“Kondisi ini dirasakan oleh pelaku usaha baik pengusaha atau sebagai petani pekebun sawit,”tandasnya.
Sebab menurut mantan kepala Dinas Perkebunan Kalteng itu, kelapa sawit perannya secara nasional tidak diragukan lagi, baik sebagai perekonomian nasional, menjaga lingkungan atau sosial.
Selain itu kelapa sawit merupakan Komoditi yang sangat cocok berkembang di daerah tropis dan kepulauan, mengingat suhu, kelembapan, sinar matahari yang sesuai dengan lingkungan hidupnya
Rawing Rambang kemudian memaparkan, perkebunan kelapa sawit nasional dari data terakhir luasnya mencapai 16,8 juta hektar (Ha), kontribusi sawit terhadap PDB Nasional sebesar 4,5 %.
Tak hanya itu, pada APBN tahun 2023 menyumbang Rp 8 Triliun. Kelapa sawit di ekspor ke 160 Negara serta memiliki 179 produk Industry hilir.
Selain itu Kelapa Sawit merupakan komoditas penyumbang terbesar ekspor non migas. Didunia, Kelapa sawit Indonesia menyumbang kontribusi 23 % dari minyak nabati dunia atau 58 % dari produksi sawit dunia.
Kemudian dari data Menko Bidang Perekonomian RI yang direlease tanggal 7 November 2024, menyebutkan, kelapa sawit secara nasional menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 16,2 juta orang dan tenaga kerja tidak langsung sebesar 22 juta orang.
“Dari data-data tersebut jelas bahwa Kelapa sawit merupakan komoditas yang sangat strategis dan penting. Jadi wajar kalau Bapak Presiden Prabowo Subianto menyebut kelapa Sawit merupakan asset nasional,”ujarnya.
“Kita juga harus bersyukur dan berterima kasih kepada TNI-Polri yang telah membantu mengamankan kebun kelapa sawit milik petani ataupun Pengusaha kebun dari aksi pencurian ataupun konflik sosial lain , kita berharap upaya ini dapat ditingkatkan,”tambah Rawing Rambang. (Redaksi)