|
20
Jan
|
Di Kabupaten Kotim Konflik Antara Buaya dan Manusia Meningkat |
Kanalkalteng.com , SAMPIT - Sampit- Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, tengah menghadapi peningkatan dramatis kasus konflik antara manusia dan buaya.
Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Penganiaan Wanita di Pahandut Palangka Raya
Data dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit menunjukkan lonjakan signifikan serangan buaya.
Kepala BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, mengungkapkan penyebab utama peningkatan konflik ini adalah kurangnya kewaspadaan warga, terutama saat beraktivitas di sungai pada malam hari.
"Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi kita semua. Sungai adalah habitat alami buaya, dan kita harus menghormati wilayah mereka," katanya, Senin, (20/1/2025).
Jika pada tahun 2022 dan 2023 hanya tercatat satu kasus serangan, tahun 2024 tersebut meningkat tajam menjadi empat.
Keempat insiden mengerikan tersebut terjadi di berbagai lokasi yaitu Desa Parebok Kecamatan
Mentaya Hilir Selatan Desa Bapanggang Raya Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Desa Satiruk Kecamatan Pulau Hanaut dan Desa Cempaka Mulia Timur Kecamatan Cempaga.
Selain itu, baru-baru ini juga telah terjadi serangan buaya di Desa Lampuyang Kecamatan Teluk Sampit.
Insiden ini, selain kurangnya kewaspadaan, kebiasaan warga yang membuang bangkai hewan dan sampah rumah tangga ke sungai juga turut menarik perhatian buaya dan meningkatkan risiko konflik. Pemeliharaan ternak di tepi sungai juga menambah daya tarik bagi predator mematikan ini.
BKSDA Resort Sampit tidak tinggal diam. Mereka gencar melakukan edukasi ke masyarakat melalui kunjungan langsung ke desa-desa dan pemasangan spanduk imbauan.
Muriansyah menekankan pentingnya kerjasama masyarakat dengan BKSDA untuk menjaga keselamatan bersama dan melestarikan satwa dilindungi ini.
"Buaya adalah satwa yang dilindungi. Kita harus hidup berdampingan dengan mereka, dengan saling menghargai dan waspada," tuturnya.
BKSDA berharap masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas di dekat sungai, terutama pada malam hari. Dengan peningkatan kewaspadaan dan kerjasama yang baik, konflik antara manusia dan buaya di Kotim dapat diminimalisir.(Redaksi)