|
17
Nov
|
Kunjungi Hulu Kapuas, Bambang Irawan Temukan Warga Masih Terisolasi di Era Digital |
kanalkalteng.com , PALANGKA RAYA – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Bambang Irawan, melakukan kunjungan kerja ke wilayah Hulu Kapuas dan menyerap aspirasi warfa.
Baca juga: Dibacok di Damar Makmur, Pria 46 Tahun Jalani Perawatan, Pelaku Dibekuk
Dia menyoroti sejumlah aspek yang cukup memprihatinkan di tengah gencarnya pembangunan dan pesatnya era digital, masih banyak warga yang hidup dalam keterbatasan akses dasar.
Dalam reses di delapan titik Kecamatan Mandau Talawang dan Kapuas Hulu, Bambang mendapati sebagian masyarakat masih bergantung pada jalur sungai sebagai akses utama. Kondisi itu membuat biaya logistik tinggi dan mobilitas warga terhambat.
“Banyak desa yang masih belum terhubung dengan akses jalan layak, listrik stabil, dan jaringan komunikasi. Ini menunjukkan pembangunan belum merata,” ujarnya, Senin (17/11/2025).
Ia menjelaskan, sejumlah ruas jalan menuju pusat kecamatan masih sulit dilalui. Jembatan pun ada yang tidak berfungsi optimal, sehingga warga harus bergantung pada transportasi air atau jalur alternatif yang memakan waktu lebih lama.
Di sektor energi, Bambang menemukan desa yang baru merasakan listrik PLN, seperti Sepinang, sementara banyak desa lain masih mengandalkan PLTS yang belum mampu memenuhi kebutuhan warga.
“Listrik itu kebutuhan dasar. Tanpa listrik, masyarakat sulit meningkatkan kualitas hidup dan mengembangkan ekonomi,” tegasnya.
Masalah lain yang tak kalah krusial adalah jaringan komunikasi. Di era di mana layanan digital semakin dominan, masyarakat di hulu justru tertinggal karena minimnya sinyal dan infrastruktur telekomunikasi.
“Ada tiga hal mendasar yang harus segera diselesaikan: jalan, listrik, dan jaringan. Tiga faktor ini kunci membuka keterisolasian,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah provinsi dan kabupaten memperkuat sinergi untuk mempercepat pembangunan layanan dasar tersebut di wilayah terpencil.
Menurut Bambang, tolok ukur pembangunan bukan hanya pertumbuhan ekonomi kota, tetapi juga sejauh mana masyarakat di wilayah terpencil merasakan akses yang sama.
“Pembangunan berkeadilan berarti memastikan kebutuhan dasar terpenuhi bagi seluruh warga, termasuk mereka yang hidup di wilayah paling terpencil,” pungkasnya.(redaksi)