Header Beruang Madu Masuk Ke  Perkebunan Warga Lampuyang Kotim

Ilustrasi beruang madu (Foto: dok BOSF)

Beruang Madu Masuk Ke Perkebunan Warga Lampuyang Kotim

kanalkalteng.com , Sampit-Aktivitas satwa liar kembali meresahkan warga di Kabupaten Kotawaringin Timur. Seekor beruang madu dilaporkan berkeliaran hingga masuk ke kawasan perkebunan milik warga di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, dan menimbulkan gangguan pada fasilitas sederhana di lokasi tersebut.

Baca juga: Modus Sedekah Al-Qur’an, Seorang Pria Tipu Warga Palangka Raya Selama Dua Tahun

Informasi keberadaan satwa dilindungi itu diterima Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit.  Laporan disampaikan warga setelah mendapati pondok kebun mereka rusak akibat ulah beruang.

Kepala BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan, beruang madu diduga masuk ke area kebun kelapa sawit warga dan beraktivitas di sekitar pondok tempat penyimpanan logistik.

“Satwa tersebut merusak pondok kebun dan mengambil bahan makanan seperti gula dan minyak goreng yang disimpan warga,” kata Muriansyah saat dikonfirmasi, Minggu (18/1/2026).

Meski sudah menerima laporan, hingga kini BKSDA Pos Sampit belum dapat melakukan pemasangan perangkap di lokasi kemunculan beruang. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan jumlah kandang jebak yang dimiliki.

“Kami belum bisa memasang perangkap di Lampuyang karena jumlah perangkap sangat terbatas,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Muriansyah, dua unit perangkap beruang yang dimiliki BKSDA Pos Sampit sedang digunakan di lokasi lain. Satu perangkap berukuran besar masih terpasang di wilayah Kecamatan Cempaga Hulu, sementara satu unit lainnya yang berukuran lebih kecil berada di Kecamatan Baamang.

“Belum ada perangkap yang bisa dialihkan ke Desa Lampuyang untuk sementara waktu,” jelasnya.

Sambil menunggu langkah penanganan lanjutan, BKSDA mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan menghindari kontak langsung dengan satwa liar tersebut. Warga juga diminta tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu konflik dengan beruang madu.

penulis : Surya S

Editor   : Karana W

Share this Post