Header Karhutla Semakin Marak, Pemadaman Terhambat Keringnya Sumber Air

Petugas Pemadam kebakaran saat memadamkan api. (Foto: Ist)

Karhutla Semakin Marak, Pemadaman Terhambat Keringnya Sumber Air

Sampit, Kanalkalteng.com –  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai kualahan menangani kebekaran lahan yang semakin marak, situasi tersebut ditambah lagi dengan keterbatasan air di sejumlah sumber karena mulai mengering.  

Baca juga: Angin Kencang Membuat Api Cepat Merambat di Lahan Gambut, 4 Herktar Terbakar

"Tadi malam pemadaman kami upayakan dengan pembuatan sekat batas agar kebakaran tidak meluas. Kendala pemadaman kebakaran tidak tersedia air dan tidak cukup penerangan," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam K Anwar, Kamis, 23 Juli 2026. 

Kebakaran kini banyak terjadi di wilayah Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang. Sebagian lokasi sulit dijangkau serta jauh dari sumber air, sehingga langkah utama yang bisa dilakukan petugas adalah membuat sekat pembatas untuk melokalisir api agar tidak merambah lebih luas. 

Sebelumnya, pada Rabu (22/7) sekitar pukul 21.09 WIB, kebakaran melanda lahan seluas sekitar satu hektare di Jalan Tidar Raya 3 Gang Langsat 4 Perumahan CMDP, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang. Lokasi tersebut merupakan lahan gambut dengan vegetasi semak belukar, pakis, dan galam. Karena api membakar hingga ke dalam tanah, pemadaman harus dilakukan berulang kali agar tidak muncul kembali.

"Dan hari ini ada empat titik baru kebakaran, yaitu di Jalan Karya Bersama Kelurahan Baamang Hulu Kecamatan Baamang, Jalan Sudirman Km 4,5 Seberang Perum Pandawa Kelurahan Pasir Putih, Jalan Bumi Raya II/Jalan Walter Hugo dekat permukiman warga, serta Lingkar Selatan Jalan Darul Hijrah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang," sebutnya. 

Tim Reaksi Cepat BPBD Kotim saat ini bergerak bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta relawan swadaya masyarakat untuk memadamkan api di keempat lokasi tersebut. Perkembangan kejadian juga telah dilaporkan ke posko tingkat provinsi untuk mendapatkan perhatian bersama. 

"Harapannya, pemadaman di lokasi yang sulit dipadamkan melalui jalur darat, bisa kembali dibantu pemadaman melalui udara dengan pengeboman air menggunakan helikopter water bombing," tambahnya. 

Ia pun kembali mengimbau seluruh masyarakat untuk peduli dan tidak melakukan pembakaran lahan. Ia mengingatkan agar karhutla tidak menjadi tidak terkendali dan menimbulkan kabut asap parah yang merugikan semua pihak. 

"Kami juga mengedukasi masyarakat untuk dapat menjaga wilayahnya dan potensi kebakaran hutan dan lahan serta menyampaikan tentang adanya sanksi hukum bagi pelaku pembakaran," tutupnya.

Penulis : Deviana 

Editor  : Surya

Share this Post