Header Merugikan Industri dalam Negeri, Kampanye Hitam Minyak Sawit Harus Dilawan

Pengamat Perkebunan Asal Kalteng, DR. Ir. Rawing Rambang, MP, (Foto: Dhanny/kanalkalteng.com)

Merugikan Industri dalam Negeri, Kampanye Hitam Minyak Sawit Harus Dilawan

kanalkalteng.com , Palangka Raya-Kampanye hitam (black campaign) minyak kelapa sawit yang dilakukan oleh negara competitor sangat berpengaruh dengan industri minyak sawit di Indonesia.

Baca juga: Kapolda Kalteng Imbau Masyarakat Kurangi Aktivitas di Luar Saat Kualitas Udara Menurun

Masifnya kampanye hitam mulai dari isu lingkungan hingga kesehatan harus disikapi para pemangku kepentingan (stakeholder) agar indusri yang padat pekerja ini tidak terdampak.

Penegasan itu dikatakan pengamat perkebunan asal Kalteng, DR. Ir. Rawing Rambang, MP, Senin (2/1/2026).

“Seharusnya untuk menilai sawit terkait dengan isu lingkungan haruslah adil pembandingnya dan harus sepadan dengan minyak nabati lainnya,”tegasnya.

“Jangan juga menilai sawit itu tanpa ada pembandingmya karena itu tidak adil sangat merugikan,”tambahnya.

Padahal, kata mantan kepala dinas perkebunan Kalteng itu, saat ini terdapat empat minyak nabati utama yang mencakup 90 kebutuhan produksi dan konsumsi dunia, yakni minyak sawit, minyak rapeseed, minyak kedelai, dan minyak bunga matahari.

Dari data tahun 2024, dari keempat jenis minyak tersebut, minyak sawit menyumbang presentase terbesar yaitu 40 persen, minyak kedelai 28 persen, minyak rapeseed 15 persen dan minyak biji bunga matahari 10 persen.

“Namun dibalik prestasinya sebagai minyak nabati dunia, minyak sawit menghadapi banyak tudingan melalui kampanye hitam black campaign) mulai dari isu lingkungan hingga isu kesehatan yang dilakukan oleh negara competitor,”ujarnya.

Tema kampanye negatif (black campaign) yang saat ini marak diusung oleh pihak anti-sawit tersebut adalah mengaitkan perkebunan kelapa sawit dengan masalah lingkungan hidup hingga kesehatan

Selain dituduh sebagai driver utama deforestasi, kebun sawit juga dianggap sebagai penyebab terjadinya pemanasan dan perubahan iklim global.

Contoh kampanye hitam itu seperti minyak sawit mengandung koresterol, menjadi pelaku utama penyebab kerusakan lingkungan.

“Namun semua kampanye hitam itu berhasil dipatahkan oleh ilmuwan peneliti dari negara penghasil minyak sawit,”ujarnya.

Karena itu ujar Rawing Rambang, pemerintah harus menjaga komoditi ini. Sebab bila tidak dijaga komoditas seperti sawit akan seperti komoditas rempah-rempah yang sekarang hanya didengar cerita kejayaannya saja, paparnya.

Tak hanya itu, dia juga meminta agar pemerintah menindak tegas pihak- pihak dari dalam nengeri yang turut melakukan kampanye hitam mengenai kelapa sawit.

“Pemerintah harus segera melakukan investigasi kepada pihak-pihak yang selama ini melakukan kampanye negatif dan mengganggu perekonomian Indonesia,”pungkasnya.

:Penulis : Dhanny

Editor   : Surya S


Share this Post