|
07
Sep
|
Polda Kalteng Siapkan Rumah Oksigen Gratis untuk Warga Terdampak Kabut Asap Karhutla |
Palangka Raya, Kanalkalteng.com – Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menjadi perhatian serius di Kalimantan Tengah.
Baca juga: Kapolresta Palangka Raya dan Enam Kapolres Resmi Berganti
Saat kualitas udara menurun dan keluhan sesak napas mulai mengintai, Polda Kalteng menyiapkan Rumah Oksigen gratis bagi personel Polri maupun masyarakat yang membutuhkan pertolongan awal.
Fasilitas kesehatan tersebut disiapkan Polda Kalteng melalui RS Bhayangkara TK III Palangka Raya sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi dampak kesehatan akibat kabut asap Karhutla.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan melalui Kepala RS Bhayangkara TK III Palangka Raya, sebagaimana disampaikan Wakil Kepala Rumah Sakit Bhayangkara TK III Palangka Raya, Budi Satria, mengatakan Rumah Oksigen menjadi salah satu bentuk dukungan kesehatan yang disiapkan Polri di tengah potensi memburuknya kualitas udara.
”Rumah Oksigen ini merupakan salah satu bentuk respons kesiapan Polri dalam menghadapi bencana kabut asap. Kami dari bidang kesehatan memiliki tugas untuk mempersiapkan dukungan kesehatan, baik bagi personel Polri maupun masyarakat,” ujar Budi, Senin (7/9/2026).
Kabut asap yang pekat, menurut dia, tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga cepat memicu keluhan pada saluran pernapasan.
Kondisi itu membuat terapi oksigen disiapkan sebagai langkah pertolongan awal bagi warga maupun personel yang mengalami gangguan pernapasan.
”Kalau kabut asap begitu tebal, kualitas udara dan ketersediaan oksigen yang dihirup tentu menjadi persoalan. Rumah Oksigen ini kami hadirkan agar personel maupun masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan bisa mendapatkan terapi oksigen sebagai pertolongan pertama,” jelasnya.
Seluruh pelayanan yang tersedia di Rumah Oksigen tersebut diberikan tanpa pungutan biaya.
Selain menyiapkan fasilitas tetap, RS Bhayangkara TK III Palangka Raya juga membangun konsep Rumah Oksigen mobile.
Layanan bergerak itu memanfaatkan ambulans yang telah dilengkapi generator dan oksigen konsentrator, sehingga dapat dikerahkan menuju lokasi yang membutuhkan dukungan pelayanan oksigen.
”Karena sifatnya mobile, kapan pun dibutuhkan, fasilitas ini bisa kita geser atau ditempatkan di lokasi yang membutuhkan,” ungkap Budi.
Untuk layanan tetap, Rumah Oksigen disiagakan di sejumlah titik. Salah satunya berada di lingkungan Polda Kalteng, tepatnya di Klinik Kesehatan Jalan Rinjani.
Polda Kalteng juga menyiapkan posko semi-stationary di Mako Dulin Kandang, yang menjadi salah satu titik kesiapsiagaan personel dalam penanganan Karhutla.
Fasilitas tersebut terbuka bagi personel Polri dan masyarakat umum yang membutuhkan pelayanan oksigen.
Rumah Oksigen itu memiliki lima tempat tidur untuk pelayanan pasien serta satu tempat tidur tambahan yang dapat digunakan untuk observasi maupun ruang tunggu.
RS Bhayangkara juga menyiapkan stok tabung oksigen dan tempat tidur tambahan yang dapat digerakkan apabila jumlah pasien meningkat.
“Kalau penuh sekali, tetap bisa kita gunakan dengan menambah velbed dan stok tabung oksigen yang kita miliki,” jelasnya.
Meski demikian, terapi oksigen di Rumah Oksigen merupakan penanganan awal. Pasien yang kondisinya tidak membaik setelah menerima terapi akan segera dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan medis lanjutan.
”Kalau setelah diberikan terapi oksigen tidak menunjukkan perbaikan, pasien akan kita dorong ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya.
Penulis: Yanti
Editor : Surya