Header Atasi Karhutla 20 Hektare di Palangka Raya, Sumur Bor 3 Km Dibangun

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan saat meninjau karhutla di kawasan Desa Marang, Jalan Tjilik Riwut Km 23, Kota Palangka Raya. (Foto: Ist)

Atasi Karhutla 20 Hektare di Palangka Raya, Sumur Bor 3 Km Dibangun

Palangka Raya, Kanalkalteng.com – Api kembali muncul di kawasan Desa Marang, Jalan Tjilik Riwut Km 23, Kota Palangka Raya, setelah sebelumnya berhasil dipadamkan.

Baca juga: Usut Karhutla Kalteng, Polda Tetapkan 24 Tersangka dan Selidiki 4 Korporasi

Angin kencang diduga memicu bara kembali menyala di lahan yang terbakar, sehingga tim gabungan memperkuat upaya pemadaman dan pelokalan api.

Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan, bersama Gubernur Kalimantan Tengah H Agustiar Sabran turun meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla tersebut pada Sabtu malam, 5 September 2026.

Pemerintah daerah, aparat keamanan, dan unsur penanggulangan kebakaran sepakat mengoptimalkan pembangunan sumur bor hampir sepanjang tiga kilometer pada koridor Jalan Tjilik Riwut Km 21 hingga Km 23. 

Sumur bor itu disiapkan sebagai sumber air untuk mempercepat pembasahan dan pemadaman lahan terbakar.

”Malam hari ini Bapak Gubernur juga hadir. Kami sama-sama ada Satgas, BPBD, Kementerian Kehutanan, Manggala Agni, TNI, Polri semua, kita bersama-sama berupaya untuk mengatasi kebakaran ini,” ujar Iwan.

Menurut Kapolda, opsi pengeboman air atau water bombing juga telah disiapkan. Operasi udara akan dilakukan apabila kondisi jarak pandang pada Minggu memungkinkan.

”Untuk mempercepat pemadaman, malam ini disepakati akan dioptimalkan pembuatan sumur-sumur bor sepanjang hampir tiga kilometer sebagai sumber air. Selain itu, jika visibilitas besok bagus, akan dilakukan water bombing dari udara,” bebernya.

Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 20 hektare. Sebagian besar area, kata Iwan, telah padam, sementara tim gabungan kini berfokus melokalisasi api agar kebakaran tidak kembali membesar.

Tim Satgas Karhutla yang terdiri atas unsur TNI-Polri, BPBD, Kementerian Kehutanan, Manggala Agni, instansi terkait, dan relawan terus bekerja siang hingga malam untuk mengendalikan kebakaran.

”Untuk saat ini, luas lahan yang terbakar kurang lebih 20 hektare. Sebagian besar sudah padam dan saat ini fokus pada proses pelokalan,” katanya.

Penyekatan dan blocking dilakukan untuk mencegah api meluas, termasuk mengantisipasi perambatan api ke arah kawasan taman nasional. 

Upaya tersebut menjadi fokus karena api yang kembali menyala dapat memperbesar risiko kebakaran meluas di kawasan sekitar.

”Harapannya pemadaman ini dapat mengantisipasi agar api tidak meluas sekaligus merembet ke kawasan taman nasional dengan membuat penyekatan dan blocking,” demikian Iwan.

Pembangunan sumur bor menjadi bagian dari strategi penyediaan sumber air di tengah keterbatasan air pada musim kemarau. 

Sejumlah laporan sebelumnya menyebut sumur bor disiapkan sebagai sumber air alternatif untuk kegiatan pembasahan serta pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah.

Penulis: Yanti 

Editor  : Surya


Share this Post