Header Polisi Tangani 51 Kasus Karhutla, 13 Orang Tersangka dan 4 Korporasi Didalami

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan saat terjun ke lapangan memadamkan kebakaran lahan ( dok Humas Polda Kalteng)

Polisi Tangani 51 Kasus Karhutla, 13 Orang Tersangka dan 4 Korporasi Didalami

Palangka Raya, Kanalkalteng.com - Polda Kalimantan Tengah membuka proses hukum terhadap setiap kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayahnya. Hingga Minggu (23/8/2026), sebanyak 51 kasus karhutla tengah ditangani, delapan di antaranya telah naik ke tahap penyidikan dan 13 orang ditetapkan sebagai tersangka.

Baca juga: Presiden RI Prabowo Apresiasi Kalteng Tekan Karhutla, Luas Lahan Terbakar Capai Sekitar 7.000 Hektare

Penegasan itu disampaikan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan saat meninjau lokasi pemadaman karhutla di Jalan Raflesia, Kelurahan Petuk Ketimpun, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya.

“Sudah saya berikan kebijakan kepada seluruh jajaran bahwa setiap kebakaran yang terjadi, bahkan sampai menimbulkan karhutla, itu dilakukan proses penegakan hukum. Kita lakukan penutupan dan kita berikan peringatan, tidak boleh ada yang memasuki karena masih dalam proses penyelidikan,” tegas Iwan.

Selain membidik perorangan, penyidik juga mendalami dugaan keterlibatan empat korporasi. Penelusuran dilakukan untuk mengetahui kemungkinan unsur kelalaian maupun kesengajaan dalam peristiwa karhutla.

“Ada yang di wilayah Sampit ada, juga ada di wilayah Pulang Pisau. Rata-rata perkebunan,” jelas Kapolda.

Operasi Aman Nusa II Digelar

Polda Kalteng juga telah menggelar Operasi Aman Nusa II untuk memperkuat upaya pemadaman dan pengendalian kebakaran hutan serta lahan. Operasi tersebut memprioritaskan lima daerah rawan, yakni Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Kapuas.

Kapolda menyebut total lahan terbakar yang ditangani mencapai 32,5 hektare. Seluas 26,4 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan, sementara area lainnya masih menjalani proses pendinginan.

Sebanyak 122 personel gabungan dikerahkan untuk menangani titik-titik api. Kekuatan itu terdiri atas 10 personel TNI, 80 personel Polri, sembilan personel Manggala Agni, delapan personel BPBD, serta 15 anggota Masyarakat Peduli Api.

“Untuk pemadaman, dikerahkan 122 personel gabungan yang terdiri dari TNI 10 personel, Polri 80 personel, Manggala Agni 9 personel, BPBD 8 personel, dan Masyarakat Peduli Api 15 personel,” imbuh Iwan.

Sumur Bor dan ATV

Upaya pemadaman juga ditopang delapan unit kendaraan bermotor karhutla, 10 mesin pompa air atau alkon, serta dua unit flexible tank yang disiagakan di titik-titik api.

Keterbatasan air di lokasi kebakaran, menurut Iwan, diatasi dengan membangun sumur bor. Presiden RI juga disebut telah menyiapkan bantuan hampir 1.000 unit perangkat sumur bor berikut alkon untuk mendukung penanganan karhutla.

“Hasil uji coba di Palangka Raya dan Pulang Pisau menunjukkan, pada kedalaman 10 sampai 20 meter air sudah keluar dan bisa dipergunakan. Air dari sumur bor kita estafetkan ke flexible tank, lalu disalurkan ke lokasi dengan selang,” katanya.

Akses menuju lahan gambut yang sulit dilalui kendaraan menjadi tantangan lain di lapangan. Iwan menjajal kendaraan ATV untuk menjangkau titik-titik api, sementara jajaran juga menyiapkan sepeda motor roda dua yang dimodifikasi untuk membawa alkon, selang, dan nozzle.

“Kendaraan roda empat di daerah gambut lebih efektif karena tumpuannya tidak terlalu berat. Tadi sudah saya coba dan cukup efektif untuk masuk daerah-daerah sulit,” ujarnya.

Luas Lahan Terbakar Turun

Kapolda menilai langkah pencegahan sejak awal musim kemarau, melalui sosialisasi, patroli, serta pemeriksaan kanal dan embung, berkontribusi menekan luas lahan terbakar di Kalimantan Tengah.

“Kalau kita lihat data, 2015 terbakar 500.000 hektare lebih. Tahun 2019 hampir 185.000 hektare. Tahun 2023 hampir 200.000 hektare. Saat ini, dengan perjuangan kita, luasnya sekitar 7.000-an hektare yang sudah kita lakukan pemadaman,” pungkasnya.

Penulis: Yanti 

Editor  : Surya

Share this Post