Header PWI Kalteng dan UMPR Bentuk Lembaga Kajian Kritis, Soroti Dampak Pembangunan 

Pelaksanaan FGD antara PWI Kalteng dan tim peneliti Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), di Sekretariat PWI Kalteng, Selasa (19/8). (Foto: Ist)

PWI Kalteng dan UMPR Bentuk Lembaga Kajian Kritis, Soroti Dampak Pembangunan 

Palangka Raya, Kanalkalteng.com – Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah tidak boleh hanya tercermin dalam angka-angka. 

Baca juga: Dua Hektar Gambut Terbakar  di Langkai Permai Palangka Raya 

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Tengah menggagas pembentukan Lembaga Kajian Kritis untuk mengawal dampak pembangunan terhadap kehidupan masyarakat lokal di Bumi Tambun Bungai.

Gagasan tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) antara jajaran PWI Kalteng dan tim peneliti Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), di Sekretariat PWI Kalteng, Jalan RTA Milono Km 2,5 Palangka Raya, Selasa (19/8).

Ketua PWI Kalteng Muhamad Zainal mengatakan, jurnalis yang bekerja di berbagai wilayah Kalimantan Tengah banyak menerima informasi dan data mengenai masyarakat lokal yang dinilai semakin menghadapi tantangan di tengah laju pertumbuhan ekonomi serta pembangunan daerah.

”Para jurnalis se-Kalteng yang tergabung di PWI banyak menyampaikan informasi dan data-data terkait semakin melemahnya peran dan daya tahan masyarakat lokal. Informasi dan data tersebut tentu tidak seluruhnya elok disiarkan melalui media massa, sehingga perlu disampaikan secara terukur dan berkala kepada para pengambil keputusan,” ujarnya.

Lembaga Kajian Kritis PWI Kalteng, menurut Zainal, disiapkan sebagai ruang untuk menelaah dampak atau ekses yang dapat muncul dari pertumbuhan ekonomi dan kemajuan pembangunan. 

Kajian itu diharapkan tidak berhenti sebagai catatan akademik, melainkan menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis data bagi pemerintah daerah.

”Bagaimana ekses, yaitu dampak negatif yang timbul di luar kepatutan, jangan sampai terjadi pada masyarakat Kalteng. Karena itu, PWI Kalteng membentuk Lembaga Kajian Kritis dengan berkolaborasi bersama para peneliti produktif di Kalteng, sehingga dapat menghasilkan saran-saran kebijakan bagi Gubernur, Bupati, dan Wali Kota se-Kalteng,” katanya.

Zainal menambahkan, lembaga itu nantinya akan memasok informasi dan analisis berkala sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam mengantisipasi serta menangani persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

”Bapak Gubernur, Bupati, dan Wali Kota tentu membutuhkan informasi beserta analisis mengenai langkah antisipasi dan penanganan. Informasi dan data-data khusus itu yang akan dipasok Lembaga Kajian Kritis PWI secara berkala setelah dituangkan dalam bentuk karya ilmiah penelitian,” jelasnya.

Rektor UMPR, Assoc. Prof. Dr. Muhamad Yusuf, S.Sos., M.A.P., menyambut baik gagasan tersebut. Ia menegaskan kesiapan UMPR menjadi mitra strategis PWI Kalteng dalam pengembangan riset kolaboratif yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

”UMPR siap menjadi mitra PWI Kalteng dalam melakukan kajian dan penelitian yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Kampus memiliki sumber daya akademik dan peneliti, sementara PWI memiliki pengalaman serta jaringan informasi yang kuat di lapangan. Jika keduanya dipadukan, saya yakin akan menghasilkan kajian yang lebih komprehensif dan relevan bagi pengambilan kebijakan,” ungkap Yusuf.

Yusuf menilai kolaborasi kampus dan insan pers penting untuk memastikan pembangunan tidak semata-mata dinilai melalui indikator pertumbuhan ekonomi.

Manfaat pembangunan bagi masyarakat lokal, termasuk kemampuan mereka bertahan di tengah perubahan, harus menjadi ukuran yang tak terpisahkan.

”Pertumbuhan ekonomi dan kemajuan daerah harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Jangan sampai ada kelompok masyarakat yang justru tertinggal atau terpinggirkan karena proses pembangunan. Di sinilah penelitian dapat memberikan gambaran objektif dan rekomendasi berbasis data kepada para pemangku kebijakan,” katanya.

UMPR menyiapkan tim peneliti lintas disiplin dalam kolaborasi tersebut. Tim itu terdiri atas Assoc. Prof. Dr. Muhamad Yusuf, S.Sos., M.A.P. dari bidang Administrasi Publik; Dr. Farid Zaky Yopiannor, S.Sos., M.Si dari bidang Administrasi Publik; Dr. (Cand.) Sadar, M.IP dari bidang Administrasi Publik.

Kemudian, Dr. (Cand.) Sholahuddin Shoum Abdurahman dari bidang Administrasi Publik; Dr. Junaidi, S.H., M.I.Kom dari bidang Sosiologi; Dr. Muhammad Wahdini, M.H. dari bidang Hukum; Dr. (Cand.) Widya Rahmat, M.A.P. dari bidang Ekonomi; Try Sutrisno, S.Pd., M.A.P. dari bidang Teater; Nafa Aqla Islami, M.A. dari bidang Komunikasi; serta Damayanti, S.Sos., M.A.P. dari bidang Administrasi Publik.

Keterlibatan peneliti lintas bidang tersebut diharapkan memperkaya cara pandang dalam membaca persoalan masyarakat, mulai dari aspek ekonomi, hukum, sosial, komunikasi, budaya, hingga kebijakan publik.

Kolaborasi PWI Kalteng dan UMPR selanjutnya diarahkan pada penyusunan riset secara terukur dan berkala. 

Hasil penelitian itu diharapkan menjadi salah satu masukan strategis bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih inklusif dan berpihak pada keberlanjutan kehidupan masyarakat lokal.

Penulis: Yanti 

Editor  : Surya

Share this Post