Header Sembilan Saksi Insiden Penusukan Warga di Desa Sudan Kotim Diperiksa

Aparat kepolisian berupaya mengungkap pelaku penganiayaan di Cempaga Hulu. (Foto/Ist)

Sembilan Saksi Insiden Penusukan Warga di Desa Sudan Kotim Diperiksa

Kanalkalteng.com, Sampit – Malam di Desa Sudan, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, mendadak mencekam ketika seorang pria berinisial SY (44) diserang orang tak dikenal. Korban mengalami luka tusuk di dada kiri.

Baca juga: Bendahara Desa di Kecamatan Baamang Menghilang Beserta Uang Koperasi Rp1,4 Miliar

Insiden kekerasan itu terjadi di halaman rumah warga dan membuat korban harus mendapatkan perawatan medis akibat luka serius yang dideritanya.

Peristiwa penyerangan terjadi Minggu dini hari (15/2/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.

Saat itu, SY berada di lokasi kejadian ketika tiba-tiba diserang tanpa diduga oleh pelaku yang tidak dikenalnya hingga mengalami luka tusuk di bagian dada sebelah kiri.

Usai kejadian, korban langsung mendapatkan penanganan medis untuk menyelamatkan nyawanya.

Namun, peristiwa tersebut baru dilaporkan ke pihak kepolisian beberapa jam kemudian, yakni pada malam hari sekitar pukul 19.30 WIB, oleh seorang saksi sekaligus pelapor berinisial TT (46).

Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasi Humas AKP Edy Wiyoko membenarkan adanya peristiwa penusukan tersebut.

Dia menjelaskan, serangan terjadi begitu cepat ketika korban tengah berada di sekitar halaman rumah warga di Desa Sudan.

”Korban awalnya berada di lokasi, kemudian secara mendadak diserang oleh orang yang tidak dikenal hingga mengalami luka tusuk di bagian dada kiri, sesuai hasil pemeriksaan medis,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Begitu menerima laporan, aparat kepolisian bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan awal.

Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mulai mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak yang diduga mengetahui peristiwa tersebut.

”Sejauh ini kami sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari sembilan saksi serta korban,” kata Edy.

Langkah ini menjadi dasar bagi penyidik untuk memetakan kronologi kejadian dan mencari titik terang identitas pelaku.

Dari hasil pengumpulan informasi, penyidik mulai mengerucutkan dugaan terhadap sosok yang diduga sebagai pelaku.

Meski demikian, pihak kepolisian belum bisa menetapkan tersangka karena masih menunggu kelengkapan alat bukti.

”Arah penyelidikan sudah mengarah pada pelaku, tetapi penetapan tersangka harus didukung minimal dua alat bukti yang sah,” jelasnya.

Penegasan itu menunjukkan bahwa proses hukum masih berjalan dan polisi berhati-hati sebelum mengambil langkah penetapan tersangka.

Polisi juga telah mengantongi gambaran awal mengenai ciri-ciri pelaku berdasarkan keterangan korban.

Namun, upaya identifikasi tidak berjalan mudah karena situasi di lokasi saat kejadian minim pencahayaan, sehingga detail fisik pelaku sulit terlihat jelas.

Untuk mempercepat pengungkapan kasus penusukan ini, penyidikan melibatkan tim gabungan dari Satreskrim dan Resmob Polres Kotim.

Aparat berharap kerja bersama ini dapat mempercepat proses penelusuran pelaku yang hingga kini masih belum tertangkap.

”Kami berharap siapa pun yang mengetahui peristiwa ini bisa memberikan informasi agar kasusnya segera terungkap,” ujarnya.

Polisi membuka ruang bagi masyarakat untuk turut membantu, dengan harapan pelaku segera dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum.

Penulis : Deviana

Editor : Surya

Share this Post