|
01
Dec
|
F-KIR Minta Optimalisasi Pendapatan dan Perbaikan Layanan Publik |
kanalkalteng.com , Muara Teweh – Fraksi Karya Indonesia Raya (F-KIR) DPRD Barito Utara menekankan perlunya optimalisasi pendapatan daerah dan pembenahan layanan publik dalam pendapat akhir fraksi terhadap Raperda APBD 2026. Anggota DPRD H. Tajeri menyampaikan bahwa efektivitas pengelolaan anggaran di seluruh OPD akan menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan APBD tahun depan.
Baca juga: Kapolda Kalteng Imbau Masyarakat Kurangi Aktivitas di Luar Saat Kualitas Udara Menurun
Disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD pekan lalu, H. Tajeri menegaskan perlunya penguatan sektor-sektor strategis yang dapat menopang pertumbuhan ekonomi daerah.
Salah satu perhatian F-KIR adalah sektor pariwisata. Meski anggaran pengembangan objek wisata disebut cukup besar, kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah masih dinilai minim.
F-KIR juga menyoroti kinerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) yang dianggap belum maksimal dalam memanfaatkan potensi pendapatan.
Retribusi Sarang Burung Walet yang sudah memiliki payung hukum melalui Perda disebut belum dikelola optimal.
“Bapenda harus lebih proaktif dalam pendataan dan penagihan. Jangan sampai potensi besar ini justru terabaikan,” tegasnya.
Dalam sektor perkimtan, F-KIR meminta evaluasi menyeluruh terhadap program bedah rumah. Masyarakat mengeluhkan adanya penerima bantuan yang dinilai tidak tepat.
Sorotan lain diarahkan kepada manajemen RSUD Muara Teweh. F-KIR menilai banyak keluhan masyarakat yang belum tertangani dengan baik.
Bidang pemberdayaan masyarakat juga menjadi perhatian. Tajeri mengungkapkan beberapa kantor desa yang dikunjungi tidak buka karena tidak ada aparatnya. (Redaksi)