|
20
Sep
|
Gambut Marang Kembali Membara, Satgas Kerahkan Water Canon di Km 17 Palangka Raya |
Palangka Raya, Kanalkalteng.com – Api kembali muncul dari bekas lahan terbakar di Kelurahan Marang, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya.
Baca juga: Gergaji Mesin Dilaporkan Hilang, Polsek Sabangau Datangi Lokasi Dugaan Pencurian
Asap dari kebakaran lahan gambut itu sempat mengganggu arus lalu lintas di Jalan Tjilik Riwut Km 17, Minggu (20/9/2026).
Satgas Tanggap Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla Polresta Palangka Raya Regu I bergerak menuju titik panas di sisi kiri dan kanan ruas jalan setelah menerima informasi bahwa api kembali menyala.
Satu unit kendaraan Armoured Water Cannon atau AWC dan satu mesin pemadam dikerahkan untuk menangani kebakaran.
Personel melakukan penyekatan guna membatasi rambatan api, kemudian melanjutkan pemadaman dan pendinginan pada area yang telah dapat dijangkau.
Karakter lahan gambut yang ditumbuhi semak belukar serta pepohonan menjadi tantangan dalam penanganan.
Kebakaran disebut merupakan rembetan dari area yang sebelumnya terbakar dan kembali menyala.
Padal Satgas Tanggap Darurat Karhutla Regu I Iptu M. Agus Setiawan mengatakan tim terus memantau titik-titik yang belum tertangani sepenuhnya agar api tidak kembali meluas.
”Pemadaman dilakukan dengan penyekatan dan pendinginan pada area yang berhasil ditangani. Kami juga terus memantau titik yang belum tuntas untuk mencegah api kembali meluas,” jelas Agus, mewakili Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Andiyatna, S.I.K., M.H.
Hasil penanganan sementara menunjukkan kebakaran di sisi kiri jalan mencakup sekitar satu hektare lahan. Petugas berhasil memadamkan sekitar 0,10 hektare dari area tersebut.
Kebakaran pada sisi kanan jalan diperkirakan mencakup sekitar dua hektare. Luas lahan yang berhasil dipadamkan mencapai sekitar 0,64 hektare, sementara area lainnya masih memerlukan penanganan lanjutan.
Satgas Karhutla Polresta Palangka Raya akan meneruskan pemantauan, pemadaman, dan pendinginan jika kembali ditemukan asap maupun titik api.
Penanganan dilakukan melalui koordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah, pemerintah daerah, relawan, serta unsur terkait lainnya.
Penulis: Yanti
Editor : Surya