Header ODGJ di Sampit Dievakuasi, Leher Terikat Rantai dan Tangan Terlilit Kawat

Pria yang diduga ODGJ saat dibawa petugas kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan (IST)

ODGJ di Sampit Dievakuasi, Leher Terikat Rantai dan Tangan Terlilit Kawat

kanalkalteng.com, Sampit-Petugas gabungan mengevakuasi seorang pria dengan gangguan jiwa (ODGJ) bernama Nurdin (42) di Jalan Wartel Condrat, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (15/9). Saat ditemukan, kondisinya sangat memprihatinkan. Lehernya terikat rantai besi, sementara tangan dan jarinya terlilit kawat serta karet yang menimbulkan luka hingga terinfeksi.

Baca juga: ‎Diburu hingga Dini Hari, Terduga Pelaku Penembakan Pelajar di Tumbang Sepayang Akhirnya Diamankan

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kotim, Mahmudi, menjelaskan Nurdin langsung dibawa ke RSUD dr Murjani untuk mendapat perawatan medis. Setelah lukanya sembuh, barulah ia akan dirujuk ke layanan khusus.

“Untuk penanganan Nurdin ini nanti kita masukkan ke poli jiwa setelah diobati luka-lukanya. Setelah 12 hari baru akan kita rujuk ke Panti Jam Kalawa Atei di Palangka Raya. Kebetulan BPJS-nya tidak aktif, jadi kita aktifkan dulu,” jelas Mahmudi.

Menurut Mahmudi, Nurdin telah lama tinggal seorang diri di rumah kosong tersebut. Ia sebenarnya memiliki keluarga, namun keterangan warga menunjukkan tidak ada yang memperdulikan. 

“Dilihat dari kartu keluarga ada adiknya, suami istri. Cuma menurut keterangan warga, tidak ada yang peduli, sehingga dia tinggal sendiri di rumah kosong itu,” ungkapnya.

Dinsos Kotim sudah pernah menangani kasus Nurdin pada 2023 lalu. Saat itu ia terluka di tangan akibat cincin yang terlalu lama menempel dan harus dibantu petugas damkar untuk membersihkannya. Kondisi Nurdin, kata Mahmudi, memang membutuhkan pengawasan ketat agar rutin mengonsumsi obat.

“Seharusnya pasien rutin minum obat tiap hari. Kalau tidak, bisa kambuh lagi. Karena itu kami kerjasama dengan Panti Jam untuk memastikan pasien ODGJ diawasi dokter dan rutin minum obat,” tambahnya.

Kepala Pleton 2 Damkar Kotim, Febbry, yang ikut dalam evakuasi, menuturkan detik-detik saat Nurdin dilepaskan dari lilitan rantai. Menurutnya, besar kemungkinan rantai itu dipasang sendiri. 

“Kami mendapat laporan ada ODGJ dengan kondisi leher terikat rantai dan tangan terlilit. Kemungkinan dipasang sendiri karena tidak tersimpul, hanya melilit dan semakin mengencang. Kami melepasnya dengan bantuan gunting medis,” kata Febbry.

Selain di leher, lilitan juga ditemukan di pergelangan tangan dan jari hingga menimbulkan luka serius. (Redaksi)

Share this Post