Header Warga Resah Beruang Hutan Sering Turun ke Pemukiman dan Kebun  Warga di Kotim

Kemunculan beruang di Samuda, belum lama ini. (Foto: Ist)

Warga Resah Beruang Hutan Sering Turun ke Pemukiman dan Kebun  Warga di Kotim

Sampit, Kanalkalteng.com - Kemunculan beruang liar di sekitar permukiman dan kebun warga di Kotawaringin Timur kian sering terjadi, memicu keresahan sekaligus menjadi tanda kuat terganggunya habitat satwa tersebut. 

Baca juga: Pertamina Bantu Pompa Pemadam Kebakaran Dukung Penanganan Karhutla di Palangka Raya

Dari ladang hingga pekarangan rumah, ruang hidup manusia dan beruang kini kian beririsan.

Kepala BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, menyebut kerusakan habitat sebagai pemicu utama satwa itu keluar dari hutan.

”Faktor utama karena habitat beruang rusak, sehingga mereka keluar mencari makan,” ujarnya, Minggu (17/5/2026).

Tekanan terhadap habitat diperparah kondisi musim kemarau. Saat sumber air dan pakan di hutan menyusut, beruang terpaksa mencari alternatif di wilayah yang lebih mudah dijangkau, yakni area aktivitas manusia.

”Ketika kemarau, di habitatnya beruang kekurangan makan dan minum. Akhirnya keluar mencari sumber makanan baru,” jelasnya.

Kebun dan permukiman pun menjadi sasaran. Beragam tanaman buah milik warga seperti nangka, nanas, rambutan, buah naga, hingga cempedak menjadi daya tarik yang sulit dihindari.

Fenomena ini bukan lagi kejadian sporadis. Dalam beberapa waktu terakhir, laporan kemunculan beruang meningkat dan bahkan sempat viral di media sosial. 

Pada Rabu (13/5/2026), warga Desa Bukit Raya, Kecamatan Cempaga, dihebohkan dengan kemunculan seekor beruang di sekitar permukiman.

Tak lama berselang, dua anak beruang kembali terekam kamera warga di kawasan Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. 

Dalam video tersebut, keduanya terlihat berjalan di area semak dan kebun yang diduga milik warga sebelum akhirnya kembali menjauh ke arah hutan.

Situasi ini memunculkan kekhawatiran akan potensi konflik antara manusia dan satwa liar yang kian terbuka. 

Tanpa langkah mitigasi yang tepat, ancaman terhadap keselamatan warga maupun kelangsungan hidup beruang diperkirakan akan semakin besar.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat tetap waspada. Setiap kemunculan beruang di sekitar permukiman diminta segera dilaporkan agar dapat ditangani secara cepat, aman, dan manusiawi.

Penulis: Deviana 

Editor   : Surya

Share this Post