Header Empat Pipa Sumur Bor Banturung Diduga Digasak Maling, Pemadaman Karhutla Terhambat

Ilustrasi (ist)

Empat Pipa Sumur Bor Banturung Diduga Digasak Maling, Pemadaman Karhutla Terhambat

Palangka Raya, Kanalkalteng.com – Air dari sumur bor di kawasan Katune, Kelurahan Banturung, Palangka Raya, seharusnya membantu petugas memadamkan karhutla. Namun, saat hendak digunakan, empat batang pipa sumur bor itu justru sudah tidak ada. Kehilangan fasilitas penunjang pemadaman tersebut kini ditelusuri Polsek Bukit Batu.

Baca juga: Api Kian Tak Terkendali, Karhutla Palangka Raya Capai 876 Kejadian

Kehilangan tersebut diketahui pada Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Petugas Satbrimob Polda Kalteng kemudian melaporkan temuan itu kepada petugas Taman Nasional Sebangau yang berada di lokasi.

Polsek Bukit Batu menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan pengecekan pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Personel piket SPKT Regu I, Aiptu Edi Ginawan dan Bripka Hendrikus Lopis, mendatangi lokasi setelah menerima informasi dari petugas Taman Nasional Sebangau.

Berdasarkan pemeriksaan awal, empat batang pipa dengan panjang masing-masing empat meter, yang tertanam hingga kedalaman 16 meter, dilaporkan hilang. Sumur bor tersebut menjadi sumber air penting bagi petugas yang menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Katune, Kota Palangka Raya.

Hilangnya pipa berpotensi menghambat ketersediaan air untuk pemadaman. Kapolsek Bukit Batu Ipda Muhammad Hafiizh Ramadhan menyayangkan kejadian itu karena fasilitas tersebut disiapkan untuk kepentingan bersama.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Di saat berbagai pihak berupaya melakukan pencegahan dan pemadaman karhutla, justru ada tindakan yang diduga menghilangkan fasilitas pendukung tersebut. Seharusnya kita saling membantu, bukan melakukan tindakan tidak terpuji yang justru menghambat upaya penanggulangan karhutla,” katanya, Selasa (13/10/2026).

Saat melakukan pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan sisa maupun bekas pipa di lokasi. Letak sumur bor yang cukup jauh dari permukiman dan terbatasnya informasi dari saksi menjadi kendala penelusuran.

Petugas telah mendokumentasikan tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan untuk mendukung penyelidikan lebih lanjut.

Hafiizh mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi mengenai hilangnya empat batang pipa itu agar segera melapor kepada Bhabinkamtibmas atau langsung ke Polsek Bukit Batu.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan sabotase maupun merusak inventaris penanggulangan karhutla, termasuk fasilitas sumur bor di wilayah Kecamatan Bukit Batu.

"Fasilitas tersebut dibutuhkan untuk mendukung upaya pemadaman dan melindungi masyarakat dari ancaman kebakaran," pungkasnya.

Keterangan foto

Petugas kepolisian mengecek lokasi sumur bor yang empat batang pipanya dilaporkan hilang di kawasan Katune, Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Minggu (11/10/2026). Sumur bor tersebut digunakan untuk menunjang pasokan air pemadaman karhutla.

Penulis : Yanti

Editor : Surya

Share this Post