|
14
Oct
|
El Nino Diprediksi Bertahan hingga Awal 2027, Amuk Karhutla di Kalteng Berpotensi Lebih Panjang |
Palangka Raya, Kanalkalteng.com – Kabut asap masih menyelimuti Kota Palangka Raya, sementara musim kemarau di Kalimantan Tengah berpotensi berlangsung lebih lama. BMKG memprediksi El Nino berkategori sangat kuat bertahan hingga awal 2027, dengan pengaruh yang dapat mengurangi curah hujan dan menunda awal musim hujan.
Baca juga: Pertamina Bantu Pompa Pemadam Kebakaran Dukung Penanganan Karhutla di Palangka Raya
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Kota Palangka Raya, Renianata, mengatakan indeks El Nino 3.4 pada periode Agustus–September–Oktober (ASO) 2026 mencapai +3,08. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan intensitas El Nino yang sangat kuat dan berpotensi memengaruhi pola cuaca, termasuk curah hujan di Kalimantan Tengah.
“Pengaruhnya yaitu dapat menurunkan intensitas curah hujan dan membuat durasi musim kemarau menjadi lebih lama serta memperlambat awal musim hujan. BMKG memprediksi El Nino tahun 2026 akan bertahan hingga awal tahun 2027,” ungkap Renianata, Rabu (14/10/2026).
Berkurangnya curah hujan dan memanjangnya musim kemarau menjadi perhatian dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Vegetasi serta lahan yang semakin kering meningkatkan kerentanan terhadap kebakaran, terutama apabila pembukaan lahan masih dilakukan dengan cara membakar.
Meski El Nino diprediksi bertahan, BMKG masih memprakirakan peluang hujan di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah dalam sepekan ke depan. Cuaca secara umum diprediksi cerah berawan hingga berawan, dengan kondisi udara kabur akibat kabut asap yang masih berpotensi terjadi.
Masyarakat juga diminta mewaspadai hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir, kilat, dan angin kencang.
“Pada 13–15 Oktober 2026, potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir atau kilat dan angin kencang diprakirakan terjadi di Kabupaten Lamandau, Seruyan bagian utara dan selatan, Gunung Mas, serta Murung Raya. Kemudian, pada 16–19 Oktober, potensi tersebut meluas ke Kotawaringin Timur bagian utara, Barito Utara, Murung Raya, Gunung Mas, Kapuas bagian utara, dan Katingan bagian utara,” jelasnya.
Peluang hujan di beberapa daerah bukan alasan untuk mengendurkan kewaspadaan terhadap karhutla. BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan untuk tujuan apa pun dan tetap memperhatikan potensi kebakaran di lingkungan masing-masing.
“Untuk itu, masyarakat diimbau waspada terhadap potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Kami mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan untuk tujuan apa pun,” tegas Renianata.
Selain kebakaran, kabut asap menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat. Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah.
"Anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat dengan riwayat gangguan pernapasan diminta lebih berhati-hati," urainya.
Masyarakat juga perlu mengantisipasi hujan lokal berdurasi singkat yang dapat disertai angin kencang maupun puting beliung. Sementara itu, tinggi gelombang di perairan selatan Kalimantan Tengah diprakirakan berkisar 0,5–1,5 meter, atau kategori rendah hingga sedang.
"Informasi perkembangan cuaca dapat dipantau melalui situs resmi kalteng.bmkg.go.id, Instagram @bmkgkalteng, aplikasi InfoBMKG, maupun layanan telepon dan WhatsApp BMKG Kalteng di 082154096727," tutupnya.
Penulis: Yanti
Editor : Surya