|
14
May
|
Hujan Deras Picu Longsor di Tumbang Mujam Ancam Rumah Warga |
Sampit, Kanalkalteng.com – Hujan lebat yang tak kunjung reda dalam beberapa hari terakhir memicu bencana di Desa Tumbang Mujam, Kecamatan Tualan Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Baca juga: Truk CPO Masuk Jurang di Pelantaran
Tanah longsor terjadi di pinggir jalan poros desa. Jaraknya tinggal sekitar satu meter dari badan jalan dan mengancam sedikitnya enam rumah warga.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam K. Anwar, mengatakan, hujan berintensitas tinggi membuat debit air Sungai Tualan meningkat drastis dan arus menjadi sangat deras.
Kondisi ini memicu pergeseran tanah di sekitar tebing dekat jalan utama Desa Tumbang Mujam RT 001 RW 001.
”Hujan lebat dengan intensitas tinggi telah terjadi sejak beberapa hari terakhir di wilayah Desa Tumbang Mujam, menyebabkan debit air Sungai Tualan menjadi sangat deras dan memicu tanah longsor di pinggir jalan poros Desa Tumbang Mujam RT 001 RW 001,” ungkapnya, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, bibir longsoran kini sudah sangat dekat dengan badan jalan, diperkirakan hanya tersisa sekitar satu meter.
Jika pergerakan tanah terus berlanjut, akses jalan utama berpotensi terputus dan akan menghambat mobilitas warga maupun distribusi bantuan darurat.
”Kondisi longsor ini diperkirakan tinggal sekitar satu meter lagi mengenai badan jalan. Tak hanya itu, bencana ini juga mengancam enam rumah warga yang berada di sekitar lokasi longsor jika tanah amblas terus berlanjut,” ucapnya.
Multazam menegaskan, jika kondisi menunjukkan tanda-tanda memburuk, BPBD akan segera melakukan evaluasi lanjutan dan mengevakuasi warga ke rumah-rumah tetangga yang dinilai lebih aman.
Langkah antisipasi ini disiapkan untuk meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerusakan yang lebih besar.
Multazam menjelaskan, Sungai Tualan yang meluap merupakan anak sungai dari Sungai Mentaya yang berada di Kecamatan Tualan Hulu.
Aliran Sungai Tualan mengarah ke selatan dan bermuara di Sungai Mentaya di wilayah Kecamatan Mentaya Hulu, dan pada musim hujan menjadi penyuplai debit air yang signifikan.
Namun, posisi Sungai Mentaya yang lebih besar membuat kawasan ini kerap mengalami fenomena backwater.
Ketika air Sungai Mentaya naik tinggi atau banjir, alirannya menahan laju air Sungai Tualan sehingga air justru berbalik meluap ke desa-desa yang berada di bantaran Sungai Tualan.
”Fenomena backwater sering terjadi, menyebabkan air Sungai Tualan meluap ke permukiman warga di bantaran sungai,” tambahnya.
BPBD Kotim saat ini terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan aparat setempat untuk mengantisipasi dampak lanjutan, baik berupa longsor susulan maupun banjir yang berpotensi mengancam permukiman.
”Kami mengimbau warga tetap waspada dan mengikuti arahan petugas, karena kondisi cuaca buruk masih berpotensi menyebabkan bencana susulan,” tutup Multazam K. Anwar.
Penulis:Deviana
Editor : Surya