|
29
Jan
|
Karhutla di Jalan Sawit Raya Kotim Hanguskan Sekitar 8 Hektare Lahan Gambut |
kanalkalteng.com,Sampit-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kali ini, api menghanguskan lahan seluas kurang lebih delapan hektare di kawasan Jalan Sawit Raya, Rabu (28/1/2026).
Baca juga: Penduduk Usia Kerja Kotim Bertambah
Informasi kebakaran diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim sekitar pukul 14.45 WIB. Tim gabungan langsung bergerak ke lokasi dan tiba sekitar pukul 15.24 WIB untuk melakukan upaya pemadaman.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim menyebutkan, hingga sore hari api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Petugas terpaksa menghentikan operasi sementara karena kondisi gelap di lokasi kejadian.
“Pemadaman dilakukan untuk menahan agar api tidak semakin meluas. Namun hingga pukul 17.10 WIB, titik api belum sepenuhnya padam sehingga tim kembali ke posko,” ujarnya.
Berdasarkan laporan lapangan, kebakaran terjadi di area bergambut dengan ketebalan mencapai 60 hingga 80 sentimeter. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman karena api berpotensi menjalar di bawah permukaan tanah.
“Karakter gambut yang tebal membuat pemadaman tidak bisa dilakukan dengan cepat. Api bisa merambat di bawah tanah sehingga perlu pengawasan lanjutan,” jelasnya.
Penyebab kebakaran hingga saat ini masih belum diketahui. Meski demikian, BPBD Kotim mengimbau pemilik lahan agar lebih berhati-hati dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama menjelang musim kemarau.
Dalam penanganan kejadian ini, BPBD Kotim menurunkan personel lengkap beserta peralatan pemadam, dibantu tujuh personel dari Pondok Kerja Manggala Agni Sampit. Sejumlah sarana seperti selang, pompa air, kendaraan roda dua dan roda empat, hingga pesawat nirawak turut dikerahkan.
BPBD Kotim juga mencatat kebutuhan mendesak di lapangan, antara lain bahan bakar minyak (BBM) serta unit serba guna yang mampu menjangkau area gambut.
“Kami tetap siaga dan akan kembali melakukan pemadaman lanjutan. Kami juga meminta pemilik lahan melakukan pemadaman dini apabila menemukan titik api agar tidak terjadi perluasan,” tegasnya.
Hingga laporan ini disusun, lokasi kebakaran masih dalam pemantauan dan berpotensi dilakukan operasi lanjutan jika kondisi memungkinkan.
Penulis : Sriyanti
Editor : Karana