|
12
Sep
|
BPSDM Kalteng Resmi Tutup Pelatihan Persiapan Purna Tugas ASN Angkatan I dan II |
kanalkalteng.com, Palangka Raya – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Tengah secara resmi menutup kegiatan Pelatihan Persiapan Purna Tugas bagi ASN Angkatan I dan II Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025, bertempat di Aula Sei Kapuas BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah. Acara ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian pelatihan yang telah berlangsung dengan tujuan mempersiapkan para Aparatur Sipil Negara menjelang masa purnabakti agar tetap produktif, mandiri, serta mampu memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat. Kamis, (11/09/25).
Baca juga: Kabut Asap Karhutla Pekat, Faridawaty Minta Pelayanan Kesehatan Di Kalteng dimaksimalkan
Penutupan kegiatan dipimpin langsung oleh Nunu Andriani, Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan dengan penuh kesungguhan dan semangat. Menurutnya, purnabakti bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari fase baru untuk terus berkarya.
“Kami berharap bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan ini dapat menjadi modal berharga dalam menghadapi masa pensiun. Purna tugas hendaknya tidak dipandang sebagai akhir, melainkan awal untuk mengelola diri, keluarga, serta lingkungan secara lebih bijaksana,” ungkap Nunu Andriani.
Sebelumnya, laporan kegiatan disampaikan oleh Rano selaku Plt. Kepala Bidang. Dalam laporannya, Rano menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti oleh ASN Angkatan I dan II dari berbagai instansi lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Materi pelatihan difokuskan pada aspek perencanaan keuangan, kewirausahaan, kesehatan fisik dan mental, serta motivasi untuk tetap berdaya guna setelah memasuki masa purnabakti.
Lebih lanjut, Rano menambahkan bahwa seluruh peserta menunjukkan partisipasi aktif selama pelatihan berlangsung. Hal ini tercermin dari antusiasme dalam mengikuti setiap sesi, diskusi, hingga praktik keterampilan. “Kami berharap ilmu yang didapat tidak hanya berhenti di ruang pelatihan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.(Redaksi)