Header DPRD Kalteng Minta Perusahaan Perkebunan di Kabupaten Bartim Laksanakan Rehabilitasi DAS

Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah Sutik. (Foto: Ist)

DPRD Kalteng Minta Perusahaan Perkebunan di Kabupaten Bartim Laksanakan Rehabilitasi DAS

Palangka Raya, kanalkalteng.com - Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah Sutik meminta perusahaan perkebunan di Kabupaten Barito Timur melaksanakan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) pada waktu yang tepat agar hasilnya lebih optimal.

Baca juga: Penduduk Usia Kerja Kotim Bertambah

"Kalau dipaksakan sekarang, tanaman dikhawatirkan kering atau bahkan terbakar. Karena itu rehabilitasi DAS akan lebih efektif dilakukan saat kondisi cuaca mendukung," katanya, Rabu (5/8/2026).

Sutik mengatakan rehabilitasi DAS menjadi salah satu perhatian Komisi II DPRD Kalteng saat melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kewajiban perusahaan perkebunan di Kabupaten Barito Timur.

Menurut dia, pelaksanaan program tersebut perlu mempertimbangkan kondisi cuaca sehingga tanaman yang ditanam memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi.

"Pelaksanaannya harus memperhatikan kondisi di lapangan agar program rehabilitasi benar-benar memberikan manfaat bagi lingkungan," ucapnya.

Selain membahas rehabilitasi DAS, Komisi II juga mengevaluasi pemenuhan kewajiban perusahaan terhadap penyediaan kebun plasma, pengelolaan koperasi, serta pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Hasil evaluasi menunjukkan tiga perusahaan perkebunan yang mengikuti pertemuan telah memenuhi kewajiban penyediaan plasma sesuai ketentuan, bahkan salah satunya telah melampaui batas minimal 20 persen.

"Kami membahas kewajiban perusahaan kepada daerah, termasuk soal koperasi dan plasma. Alhamdulillah, dari tiga perusahaan yang diundang, kewajiban plasmanya sudah memenuhi ketentuan, bahkan ada yang melebihi 20 persen," ujarnya.

Ia menambahkan, program CSR yang dijalankan perusahaan juga telah menyentuh berbagai sektor, terutama pendidikan, serta terdapat usulan dukungan pembangunan fasilitas ibadah yang diharapkan dapat direalisasikan melalui kerja sama dengan perusahaan.

Sutik juga mengingatkan perusahaan agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan meski persoalan tersebut tidak menjadi pembahasan utama dalam evaluasi.

"Saya mengimbau perusahaan bersama-sama menjaga agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan," tegasnya. (Redaksi)

Share this Post