Nelayan Temukan Perahu Penyelamat Diduga Milik KM. Virgo transport 8 Di Perairan Laut Muara Jelai Sukamara

‎Sukamara, Kanalkalteng.com -‎ Beberapa nelayan asal Desa Kuala Jelai, Kecamatan Jelai, Kabupaten Sukamara, menemukan sebuah life craft atau perahu penyelamat yang diduga berasal dari kapal KM. Virgo transport 8 di Perairan Laut Muara Jelai.‎Perahu penyelamat tersebut ditemukan mengapung di perairan Laut muara Jelai pada hari Rabu 30/09/2026 sekitar pukul 12.40 WIB saat nelayan tersebut sedang menarik Jala udang di Laut Muara Jelai.‎Melihat benda mencurigakan,para nelayan tersebut kemudian menarik life craft ke atas perahu mereka lalu melaporkan penemuan itu kepada aparat desa. Laporan tersebut diteruskan kepada pihak Polairud, TNI AL dan KPLP.‎Mendapat laporan, tim gabungan dari Personil Pos Polairud DAS Jelai, Personil Pos TNI AL Jelai, dan Anggota KPLP langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan. Life craft warna orange berkapasitas [6/10/20 orang] tersebut kemudian dipindahkan ke atas ruber boat / perahu karet, yang di tarik menggunakan speed boat di bawa menuju daratan Jelai dan di amankan, untuk penyelidikan lebih lanjut.‎Dirpolairud Polda Kalteng Kombes. Pol. Dony Eka Putra, S.I.K., M.H., melalui Komandan Kapal KP XVIII - 1009 sekaligus Kepala Mako perwakilan Das Jelai Bripka Subriano membenarkan,‎penemuan tersebut, juga menerima laporan dari nelayan yang menemukan life craft.Barang tersebut sudah di amankan bersama rekan-rekan dari TNI AL dan KPLP. juga tak lupa berkoordinasi dengan Basarnas dan Syahbandar untuk mengetahui asal-usul life craft tersebut, ujarnya Sabtu ( 3/10/2026).Penulis : YantiEditor : Surya

Pengendara Diminta Berhati-hati Saat Melintas Jalan Trans Kalimantan di Desa Tanjung Taruna Karena Diselimuti Asap Karhutla

Pulang Pisau, Kanalkalteng.com - Pengendara yang melintas di ruas Jalan Trans Kalimantan tepatnya di Desa Tanjung Taruna, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan Berhati-hati karena asap yang menyelimuti jalan nasional tersebut, Sabtu (3/10/2026)."Pasalnya, kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menyelimuti kawasan tersebut, sehingga menyebabkan jarak pandang menjadi sangat terbatas dan membahayakan pengguna jalan," kata Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol Budi Rachmat, mewakili Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan.Kabidhumas menyebut, pantauan di lapangan tebalnya asap membuat pengendara roda dua maupun roda empat kesulitan melihat kendaraan dari arah berlawanan, terutama pada pagi dan sore hari saat embun bercampur dengan sisa asap.Petugas Satgas Karhutla Polda Kalteng yang berada di lokasi turut melakukan pengaturan lalu lintas dan mengimbau para pengendara untuk menyalakan lampu utama, mengurangi kecepatan, dan menjaga jarak aman."Kami mengimbau kepada seluruh pengendara yang melintas di Jalan Tanjung Taruna agar berhati-hati. Asap cukup tebal sehingga jarak pandang terbatas. Utamakan keselamatan, jangan memaksakan menyalip jika kondisi tidak memungkinkan," ujarnya.Hingga saat ini, personel Polda Kalteng masih terus melakukan pemadaman dan pembasahan di sekitar lokasi untuk mencegah kebakaran susulan yang dapat memperparah kondisi asap di ruas jalan."Diharapkan masyarakat pengguna jalan dapat mematuhi imbauan petugas demi keselamatan bersama," demikian Budi.Penulis: YantiEditor : Surya

Kurangi Kepadatan Rutan, Polresta Palangka Raya Titipkan Sembilan Tahanan ke Lapas Kelas IIA

Palangka Raya, Kanalkalteng.com – Sembilan tahanan penyidik dari Rumah Tahanan Negara Polresta Palangka Raya dipindahkan dan dititipkan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palangka Raya, Jumat (2/10/2026).Pemindahan dilakukan Satuan Tahanan dan Barang Bukti atau Sattahti Polresta Palangka Raya untuk mendukung pengawasan tahanan yang lebih optimal serta membantu mengurangi kepadatan ruang tahanan di Mapolresta Palangka Raya.Seluruh tahanan yang dipindahkan merupakan laki-laki. Sebelum proses pemindahan, mereka menjalani pemeriksaan kesehatan di unit pelayanan kesehatan Polresta Palangka Raya.Personel Sattahti kemudian memeriksa kelengkapan administrasi dan surat pengantar penitipan tahanan. Setelah seluruh prosedur terpenuhi, sembilan tahanan diserahkan kepada petugas Lapas Kelas IIA Palangka Raya untuk menjalani masa penahanan sesuai ketentuan yang berlaku.Pelaksana Tugas Kasattahti Polresta Palangka Raya Iptu Yudi Wahyudi mengatakan pemindahan dilakukan dengan memperhatikan aspek keamanan, kesehatan, dan kelengkapan administrasi.“Pemindahan ini dilakukan untuk mendukung pengawasan tahanan yang lebih optimal sekaligus membantu mengurangi kepadatan ruang tahanan. Seluruh proses dilaksanakan dengan memperhatikan keamanan dan administrasi,” tegas Yudi, mewakili Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Andiyatna.Proses pemindahan berlangsung tertib, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pengecekan dokumen, pengawalan, hingga serah terima tahanan di Lapas Kelas IIA Palangka Raya.Penitipan tahanan di lembaga pemasyarakatan diharapkan mendukung pelaksanaan penahanan, pembinaan, dan pengawasan secara lebih terarah. Selama menjalani proses hukum, para tahanan tetap berhak memperoleh perlakuan yang manusiawi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.Penulis: YantiEditor :Surya

Polda Kalteng Produksi 1.607 Jerigen X-Fire untuk Percepat Pemadaman Karhutla Gambut

Palangka Raya, Kanalkalteng.com – Polda Kalimantan Tengah memperkuat pasokan cairan pemadam khusus untuk menangani kebakaran hutan dan lahan gambut. Hingga 1 Oktober 2026, Polda Kalteng bersama Staf Logistik Polri telah memproduksi 1.607 jerigen X-Fire untuk mendukung operasi pemadaman dan pembasahan di berbagai wilayah.Setiap jerigen berkapasitas 20 liter. Total produksi tersebut setara dengan 32.140 liter konsentrat X-Fire yang selanjutnya disiapkan untuk didistribusikan sesuai kebutuhan penanganan karhutla di kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah.Karolog Polda Kalteng Kombes Pol Elijas Hendrajana, mewakili Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, mengatakan X-Fire merupakan formula cairan khusus dari inovasi Slog Polri yang digunakan untuk membantu pemadaman, terutama pada lahan gambut.“Produksi X-Fire ini merupakan bentuk dukungan Polda Kalteng bersama Slog Polri dalam memperkuat upaya penanganan karhutla secara efektif. Hingga 1 Oktober 2026, kami telah memproduksi sebanyak 1.607 jerigen, dengan kapasitas masing-masing 20 liter,” jelas Elijas saat dikonfirmasi, Jumat (2/10/2026).Produksi dilakukan secara berkelanjutan dengan kapasitas antara 80 hingga 150 jerigen per hari. Jumlah produksi menyesuaikan ketersediaan bahan baku dan kebutuhan operasi pemadaman di lapangan.Sebanyak 32 personel gabungan dari unsur Rolog, Sabhara, dan Brimob dilibatkan dalam proses produksi berdasarkan Surat Perintah Kapolda Kalteng. Bahan baku disuplai oleh Slog Polri dan Rolog Polda Kalteng di Palangka Raya.X-Fire disiapkan untuk memperkuat penanganan karhutla pada wilayah yang membutuhkan dukungan logistik lebih besar. Distribusinya akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing kabupaten maupun kota, terutama pada daerah dengan kebakaran lahan gambut yang memerlukan pembasahan intensif.Dalam penerapannya, satu liter X-Fire dicampurkan ke dalam 300 liter air. Dengan perbandingan tersebut, produksi 32.140 liter konsentrat secara teoritis dapat menghasilkan sekitar 9,64 juta liter larutan pemadam untuk digunakan petugas di lapangan.Cairan itu digunakan untuk membantu air masuk lebih efektif ke pori-pori gambut, sehingga pembasahan dapat menjangkau lapisan tanah yang masih menyimpan bara. Dukungan X-Fire diuji di Jalan Manduhara Ujung, Palangka Raya, pada September lalu sebagai bagian dari penanganan kebakaran gambut.Terkait efektivitas dan keamanan, Elijas menyebut data pengujian tersedia di Slog Polri. Pengujian tersebut, menurut keterangan kepolisian, dilakukan dengan melibatkan tim profesional yang memiliki keahlian pada bidang terkait.Pengaplikasian X-Fire tetap dilakukan oleh personel penanganan karhutla sesuai petunjuk teknis dan prosedur keselamatan. Polda Kalteng bersama Slog Polri akan terus mendukung pemadaman terpadu dengan instansi terkait dan masyarakat untuk menekan penyebaran api serta dampak kabut asap di Kalimantan Tengah.Penulis: YantiEditor :Surya

Cek Karhutla di Tanjung Taruna, Kapolda Kalteng Tekankan Pembasahan Gambut Harus Tuntas

Pulang Pisau, Kanalkalteng.com – Api di permukaan lahan gambut tidak selalu menandakan kebakaran telah berakhir. Bara dapat bertahan di bawah tanah dan kembali memunculkan asap maupun kobaran apabila pembasahan tidak dilakukan secara menyeluruh.Karena itu, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan, turun langsung mengecek penanganan kebakaran hutan dan lahan di Desa Tanjung Taruna, Kabupaten Pulang Pisau, Kamis (1/10/2026).Peninjauan dilakukan bersama sejumlah pejabat utama Polda Kalteng untuk memastikan personel Satgas Karhutla bekerja optimal dalam pemadaman, pendinginan, pembasahan mendalam, serta patroli pada area bekas kebakaran.Kapolda memeriksa titik koordinat kebakaran dan melihat langsung proses penanganan di lapangan. Pemantauan diarahkan terutama pada lahan gambut yang membutuhkan pembasahan intensif untuk memastikan bara di bawah permukaan benar-benar padam.“Penanganan harus dilakukan secara optimal dan berkelanjutan. Tidak cukup hanya padam di permukaan, tapi pastikan proses pendinginan dan pembasahan lahan gambut benar-benar tuntas agar tidak muncul api susulan,” tegas Iwan di lokasi.Arahan tersebut penting mengingat kawasan Tanjung Taruna sebelumnya menjadi salah satu titik perhatian dalam penanganan karhutla di Pulang Pisau. Pada Agustus lalu, BPBD Pulang Pisau mencatat lahan terbakar di Desa Tanjung Taruna mencapai 98 hektare, sementara penanganan di wilayah Pulang Pisau terus diperkuat lewat patroli, pemadaman darat dan udara, serta koordinasi lintas instansi.Kapolda juga mengingatkan petugas untuk tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan selama berada di lokasi kebakaran. Asap tebal, medan gambut, serta pekerjaan fisik dalam durasi panjang menjadi risiko yang harus diantisipasi personel Satgas.“Jaga soliditas, jaga kesehatan, dan tetap semangat. Kehadiran kita di sini adalah untuk memastikan masyarakat aman dan udara di Kalteng tetap terjaga,” tambahnya.Hasil pengecekan menunjukkan situasi karhutla di kawasan Desa Tanjung Taruna berada dalam kondisi terkendali. Meski demikian, pemadaman, pembasahan, dan patroli sisa bara tetap dilanjutkan untuk menghindari munculnya api susulan.Polda Kalteng bersama unsur Satgas Karhutla akan terus melakukan pemantauan pada kawasan rawan. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan risiko kebakaran meluas serta mengurangi dampak kabut asap bagi masyarakat.Penulis: YantiEditor :Surya