Header Pemkab Kotim Segera Usulkan Alat Pemadam Kebakaran kepada Pemprov Kalteng

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan jajaran Pemkab Kotim (Foto: Ist)

Pemkab Kotim Segera Usulkan Alat Pemadam Kebakaran kepada Pemprov Kalteng

‎‎Sampit,  Kanalkalteng.com  – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengusulkan bantuan sejumlah peralatan untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Usulan tersebut disampaikan Wakil Bupati Kotim Irawati kepada Gubernur Kalteng Agustiar Sabran saat melakukan kunjungan ke Sampit memastikan penanganan karhutla di wilayah setempat. 

Baca juga: Gerebek Puntun, Aparat Amankan 15 Orang Positif Sabu, Dua Terduga Pengedar Ditangkap

‎" Kebutuhan mendesak saat ini adalah selang pemadam, mesin sedot air kebakaran (alkon), embung, kendaraan trail, hingga pembangunan sumur bor di sekitar lokasi rawan kebakaran, " ujarnya, belum lama ini. 

‎Menurutnya, ketersediaan selang pemadam di Sampit saat ini sudah sangat terbatas. Bahkan, pengadaan selang harus didatangkan dari Banjarmasin karena barang tersebut tidak tersedia di daerah.

‎“Yang sangat diperlukan sekali adalah selang. Selang memang di Sampit ini tidak ada lagi barangnya. Kami sudah memesan, tetapi harus melalui Banjarmasin,” ujarnya.

‎Kondisi tersebut semakin menyulitkan karena asap karhutla turut mengganggu transportasi menuju Kotim, baik penerbangan maupun jalur laut.

‎Selain selang, kebutuhan alkon juga menjadi perhatian. Irawati menjelaskan, untuk menangani satu titik kebakaran, petugas terkadang membutuhkan hingga enam unit alkon yang digunakan secara bergantian dan disambungkan karena sumber air terbatas.

‎“Biasanya kami mengerjakan satu titik itu bisa menggunakan enam alkon. Karena tidak ada air, jadi sambung-menyambung. Makanya kami juga meminta embung,” jelasnya.

‎Pemkab Kotim juga mengusulkan bantuan kendaraan trail untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses kendaraan roda empat. Wilayah Kecamatan Seranau, Pulau Hanaut, dan sejumlah kawasan lainnya memiliki keterbatasan akses jalan sehingga petugas harus menggunakan sepeda motor, bahkan berjalan kaki menuju titik api.

‎Tak hanya itu, pembangunan sumur bor melalui dukungan Dinas Kehutanan juga diusulkan sebagai sumber air alternatif untuk pemadaman.

‎Ia mengungkapkan, upaya pengeboran sebenarnya telah dilakukan pemerintah daerah. Namun, hasilnya belum maksimal karena sejumlah titik belum menemukan sumber air meskipun pengeboran telah mencapai kedalaman sekitar 40 meter.

‎“Mudah-mudahan dengan hadirnya Pak Gubernur, ini bisa mengurangi beban kita. Ini bagaimana kita bekerja sama antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi agar karhutla bisa tertangani dengan baik di Kotim,” katanya.

‎Irawati menyebutkan, kebakaran cukup besar saat ini terjadi di Kecamatan Seranau dan Pulau Hanaut. Asap dari wilayah tersebut turut menyelimuti Kota Sampit dan mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit.

‎Menanggapi usulan tersebut, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran meminta pemerintah daerah segera membuat surat resmi yang memuat kebutuhan peralatan. Menurut Irawati, gubernur telah mencatat seluruh usulan dan meminta agar surat tersebut segera disiapkan.

‎

‎“Beliau malah mencatat semuanya, apa kebutuhan kita. Beliau berpesan agar malam ini segera dibuat surat dan ditandatangani, besok bisa dikirim karena barangnya ada,” ungkapnya.

‎Untuk memastikan jumlah bantuan sesuai kebutuhan, Irawati telah meminta Kepala Pelaksana BPBD Kotim berkoordinasi dengan petugas di lapangan dan para camat. Pendataan tersebut diperlukan agar kebutuhan alkon, selang, maupun peralatan lainnya dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing kecamatan.

‎Di sisi lain, Irawati mengungkapkan bahwa titik api masih ditemukan di sejumlah kawasan Kota Sampit. Berdasarkan pemantauan yang dilakukannya, terdapat 18 titik api di wilayah perkotaan.

‎Bahkan, kebakaran kembali muncul di kawasan Perumahan Walter Hugo. Tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla telah dikerahkan untuk melakukan pemadaman.

‎Selain itu, kebakaran di sekitar Perumahan Charly, Permata 1, dan Permata 2 juga menjadi perhatian karena api dilaporkan hampir menjangkau rumah warga.

‎“Alhamdulillah, dari posko sudah dikirim teman-teman regu tim Satgas Karhutla untuk memadamkan di wilayah Perumahan Walter Hugo. Di Perumahan Charly, Permata 1, dan Permata 2, apinya hampir mengenai rumah warga. Namun, masih tertangani,” pungkasnya.

Penulis: Deviana 

Editor  : Surya

 

Share this Post