|
03
Sep
|
Atasi Dampak Kemarau, Pemprov Kalteng Salurkan 158 Ribu Liter Air Bersih ke 9 Daerah |
Palangka Raya, Kanalkalteng.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus bergerak membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan air bersih akibat kekeringan. Atas dukungan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, distribusi bantuan air bersih kembali disalurkan pada Rabu (2/9/2026).
Baca juga: Manfaatkan Kelas Digital Huma Betang, Gubernur Agustiar Sabran Pastikan PJJ Berjalan Efektif
Bantuan air bersih tersebut didistribusikan ke sejumlah desa di sembilan kabupaten dan kota. Wilayah penerima meliputi Kotawaringin Barat, Palangka Raya, Lamandau, Seruyan, Katingan, Murung Raya, Barito Timur, Pulang Pisau, dan Barito Selatan.
Di Kabupaten Kotawaringin Barat, bantuan disalurkan ke Desa Riam Durian, Bungur, Natai Baru, Purbasari, Natai Raya, Sebuai, dan Melawen. Sementara di Kota Palangka Raya, sebanyak 12.000 liter air bersih dikirimkan untuk 200 KK di Desa Tangkiling.
Distribusi juga menyasar Kabupaten Lamandau di Desa Bumi Agung sebanyak 20.000 liter, serta Kabupaten Seruyan di Desa Pematang Panjang dan Desa Tambak. Sementara itu, Kabupaten Katingan menerima bantuan 12.000 liter air bersih untuk Desa Hiyang Bana.
Di Kabupaten Murung Raya, bantuan disalurkan ke Desa Sungai Lubuk, Puruk Cahu Seberang, dan Desa Konut. Bantuan di Desa Konut merupakan bagian dari dukungan langsung Gubernur Kalteng untuk memenuhi kebutuhan harian warga.
Sementara itu, bantuan juga disalurkan ke Desa Johan dan Desa Lengang di Barito Timur masing-masing 5.000 liter. Adapun Kabupaten Pulang Pisau menerima bantuan di Desa Bahaur Hulu, serta Barito Selatan di Desa Lembeng sebanyak 7.400 liter.
Berdasarkan data sementara, total bantuan air bersih yang telah didistribusikan Pemprov Kalteng mencapai 158.800 liter. Penyaluran ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus respons cepat pemerintah daerah terhadap warga terdampak kekeringan.
Pemprov Kalteng berkomitmen untuk terus memantau situasi kekeringan di seluruh wilayah. Langkah tanggap darurat ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dalam memperoleh pasokan air bersih selama musim kemarau. (SUR/OR1)