|
03
Sep
|
Usung Intel Core Ultra X9 dan AI Lokal 50 TOPS, ASUS ExpertBook Ultra Sasar Segmen Eksekutif |
Pontianak, Kanalkalteng.com - Dalam lanskap bisnis modern yang bergerak cepat, memilih perangkat komputasi yang tepat bukan lagi sekadar urusan departemen TI, melainkan sebuah investasi strategis bagi keberlangsungan perusahaan. Para eksekutif dan profesional kini butuh laptop bisnis terbaik yang tidak hanya menawarkan performa komparatif, tetapi lebih dari itu.
Baca juga: Atasi Dampak Kemarau, Pemprov Kalteng Salurkan 158 Ribu Liter Air Bersih ke 9 Daerah
ASUS ExpertBook Ultra diposisikan untuk mengungguli laptop flagship kompetitornya seperti Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 13 Aura Edition, Dell Latitude 7450 Premium, HP EliteBook Ultra G1i AI 14, serta sang ikon efisiensi daya, Apple MacBook Air M4 13 inci. Dan terbukti, ia menawarkan kemampuan yang lebih baik dari produk-produk tersebut secara signifikan.
Secara head-to-head, ASUS ExpertBook Ultra lebih unggul dibandingkan dengan empat laptop bisnis flagship kompetitor khususnya di lima kategori kunci:
Kategori | ASUS ExpertBook Ultra | Kompetitor |
Kecerahan layar | Tandem OLED 14", 1400 nits HDR peak | Unggul dari sisi kenyamanan visual outdoor dibanding layar flagship kompetitor |
Touchpad | 110 cm² 6 sensor Edge-to-Edge Glass Haptic Touchpad | Peningkatan signifikan dibanding kompetitor yang 4 sensor atau touchpad konvensional |
Baterai | 70Whrs Masa aktif hingga 26 jam, pengisian ulang cepat hingga 50% dalam 30 menit | Berkisar antara 50-60Whrs saja dengan dimensi laptop yang lebih tebal dan berat |
GPU (grafis terintegrasi) | Intel Arc B390, 12 Xe Cores | Unggul ~35% dari GPU diskrit NVIDIA RTX 4050 (TGP 30W) dalam 3DMark Time Spy |
ASUS AI Expert | Tersedia fitur ASUS MyExpert, AI ExpertMeet serta local agentic AI untuk AI yang lebih aman | - |
Arsitektur Terbaru untuk Performa, Efisiensi dan Pengalaman Penggunaan
“Sebagai fondasi era baru Copilot+ PC, ASUS ExpertBook Ultra mengandalkan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H generasi terbaru yang dipadukan dengan Neural Processing Unit atau NPU yang mampu menghasilkan performa hingga 50 Trillion Operations Per Second (TOPS),” sebut Eric Khoven, Commercial Director, ASUS Indonesia.
Eric menambahkan, saat ini di pasaran Indonesia, produk-produk flagship kompetitor masih menggunakan Intel Core Ultra 7 Series 2 yang menghasilkan performa AI NPU hingga 48 TOPS. Langkah ASUS untuk langsung memanfaatkan teknologi mutakhir di lini laptop bisnis kelas flagship merupakan langkah yang sulit diikuti oleh kompetitor di Indonesia.
“Jika dihadapkan pada skenario multitasking korporat, seperti rapat maraton via Teams sembari mengolah ribuan baris data di Excel dan melakukan supervisi ratusan halaman laporan PowerPoint, ASUS ExpertBook Ultra dapat menjalankannya tanpa masalah,” tambah Eric. “Saat mengaktifkan notulen otomatis berbasis AI, efisiensi chip yang digunakan juga sangat terasa,” tambahnya.

Tak hanya itu, melalui fitur ASUS AI ExpertMeet, pemrosesan transkripsi, penerjemahan bahasa dan optimasi kamera web secara langsung berjalan sepenuhnya di dalam NPU. Dengan demikian, prosesor ASUS ExpertBook Ultra tetap dingin dan tidak menguras daya baterai utama, serta jauh mengungguli produk-produk kompetitor dalam hal kekuatan pemrosesan AI lokal.
Apalagi ASUS juga menyediakan tools Zenni Claw yang pada ASUS ExpertBook Ultra, dapat melakukan agentic AI secara local ataupun cloud dengan menghubungkan tools dengan Anthropic, OpenAI ataupun Google Gemini. RAM LPDDR5x 64GB yang tersedia membuat LLM seperti Gemma (4 billion parameters) dan juga Qwen 3 (18 billion parameters) dapat dijalankan tanpa internet.
Selain itu, perbedaan yang paling mencolok dalam skenario penggunaan dunia nyata terlihat jelas ketika perangkat ini dibawa bekerja di luar ruangan dengan mobilitas tinggi.
“Bayangkan kalau Anda seorang eksekutif yang harus melakukan presentasi mendadak di area luar ruangan kafe atau bandara dengan paparan cahaya matahari langsung,” sebut Eric. “ASUS ExpertBook Ultra mendominasi skenario ini berkat terobosan layar Tandem OLED berukuran 14 inci dengan tingkat kecerahan puncak mencapai 1400 nits,” sebutnya.
Teknologi Tandem OLED pada ASUS memastikan dokumen hukum, grafik finansial, maupun teks presentasi tetap terlihat sangat tajam dan terbaca dengan sempurna tanpa gangguan refleksi cahaya matahari, mengungguli kenyamanan visual yang ditawarkan oleh perangkat-perangkat flagship kompetitor.
“Keberanian ASUS membawa teknologi Tandem OLED ke dalam segmen laptop kerja merupakan lompatan industri yang masif,” sebut Eric “Teknologi ini tidak hanya menggandakan kecerahan tetapi juga memperpanjang usia pakai panel secara drastis dari risiko burn-in yang sering menghantui layar OLED konvensional,” sebut Eric.
Keunggulan komprehensif inilah yang membuat ASUS ExpertBook Ultra sangat layak disebut sebagai The Flagship of the Industry dalam kategori Laptop Bisnis Terbaik masa kini. ASUS tidak sekadar merakit laptop berspesifikasi tinggi, melainkan menciptakan standar baru tentang bagaimana sebuah komputer bisnis premium seharusnya beroperasi.
Material Terbaik dan Keamanan Komprehensif
Tak hanya itu, dari aspek ketahanan material, laptop berbobot 1,1 kg tersebut juga dibungkus sasis premium yang memenuhi standar militer US MIL-STD 810H, memberikan ketangguhan fisik luar biasa tanpa mengorbankan estetika. Dalam sebuah skenario, ASUS ExpertBook dapat bertahan meskipun mendapatkan beban tekanan hingga 100Kg di atasnya.
“Bukan untuk show-off, akan tetapi daya tahan terhadap tekanan hingga 100Kg atau lebih akan sangat berguna saat laptop ditempatkan di dalam tas dan terhimpit dokumen-dokumen lain saat dalam perjalanan bisnis,” klaim Eric. “Dari pengalaman, banyak laptop yang mengalami kerusakan bukan akibat terjatuh atau terinjak, melainkan akibat dimasukkan ke dalam tas yang padat.”

Selain keunggulan daya tahan material fisik, predikat sebagai pemimpin industri dipertegas oleh fitur keamanan tingkat enterprise dan inovasi fungsional yang dihadirkan ASUS.
Melalui sistem proteksi ASUS ExpertGuardian yang bersertifikasi NIST Level-4, ASUS ExpertBook Ultra memberikan enkripsi data berlapis di level perangkat keras yang menjamin aset digital dan data sensitif perusahaan tidak mudah diretas.
“Secara fisik, laptop memang bisa dicuri. Tetapi data-data yang tersimpan di dalam ASUS ExpertBook Ultra tidak akan dapat diambil oleh pihak yang tidak berwenang, meskipun SSD yang terpasang di dalamnya diambil dan dipasang ke laptop lain,” sebut Eric.
Artinya, jika investasi perusahaan Anda ditujukan untuk memiliki Laptop Bisnis Terbaik yang paling siap menyongsong masa depan, ASUS ExpertBook Ultra adalah pemenang mutlak.
Kombinasi superior antara layar Tandem OLED tercerah, keamanan kelas militer bersertifikasi tinggi, serta kekuatan pemrosesan AI 50 TOPS menjadikannya sebagai perangkat flagship sejati yang akan mengawal produktivitas dan kredibilitas para pemimpin industri serta profesional modern, khususnya di era agentic, on-device AI.
Spesifikasi ASUS ExpertBook Ultra (B9406CAA)
Nama Model |
ASUS ExpertBook Ultra (B9406CAA) Mobile workstation ultra-portabel yang menghancurkan batas antara portabilitas laptop sub-1kg dan performa setara desktop, bertindak sebagai instrumen ROI tanpa kompromi untuk pemimpin enterprise. |
Sistem Operasi |
Windows 11 Pro / Home / Pro Education (64-bit) |
Prosesor & Komputasi AI (CPU & NPU) |
Hingga Intel® Core™ Ultra X9-388H (Opsi: X7-358H, U7-356H, U5-325) NPU: Dedicated 50 TOPS Neural Processing Unit Total Platform: Hingga 180 TOPS. TDP: 50W Sustained Thermal Design Power via ASUS ExpertCool Pro Technology. NPU 50 TOPS memungkinkan eksekusi interferensi LLM berat secara lokal sepenuhnya dan tanpa latensi, terjemahan real-time, dan tugas AI generatif tanpa bergantung pada cloud—memastikan privasi data ketat dan memangkas biaya komputasi cloud. TDP 50W tanpa throttling memungkinkan multitasking selevel workstation di sasis tipis 10,9mm. |
Grafis (GPU) |
Hingga Integrated Intel® Arc™ B390 (12 Xe Cores) Arsitektur heterogen memungkinkan GPU terintegrasi ini untuk mengungguli GPU diskrit NVIDIA RTX 4050 (pada TGP 30W) hingga ~35% dalam 3DMark Time Spy. Profesional dapat dengan mudah menangani pengeditan video 4K, visualisasi data 3D yang kompleks, dan akselerasi grafis AI paralel langsung secara on-device. |
Memori (RAM) |
Hingga 64 GB LPDDR5x @ 9600 MT/s Melampaui standar 8533/8448 MT/s pada pesaing, bandwidth sangat cepat 9600 MT/s melenyapkan hambatan data. Ini memastikan NPU dan GPU dipasok data secara konsisten, memberikan respons instan saat menjalankan berbagai mesin virtual atau set data masif. |
Storage (SSD) |
Hingga 2 TB M.2 PCIe® Gen 5.0 x4 NVMe (Opsi OPAL 2.0 SED) Secara harfiah dua kali lipat lebih cepat dari SSD Gen 4 yang digunakan oleh pesaing utama. Kecepatan 14.000+ MB/s ini berarti gigabyte model AI lokal, raw footage 8K, dan lingkungan perangkat lunak berat dapat dimuat dalam hitungan milidetik. Enkripsi OPAL tingkat perangkat keras menjaga IP perusahaan terkunci secara kriptografis seandainya drive tersebut dicuri. |
Teknologi Layar (Tandem OLED) |
14" 16:10, 3K (2880 x 1800) 120Hz Anti-glare Touchscreen Tandem OLED
|
Teknologi Layar (Polymer OLED) |
14" 16:10, 3K (2880 x 1800) Touchscreen POLED
|
Glass & Anti-Glare Tech |
Corning® Gorilla® Glass Victus + Corning® Gorilla® Matte
|
Thermal System |
ASUS ExpertCool Pro Technology Arsitektur: Kipas bantalan dinamis fluida ganda, 97 bilah Polimer Kristal Cair (0,15mm), sirip heatsink aluminium ultra-tipis 0,1mm, tekanan udara positif crosswind (+12% tekanan pusat). Akustik: <20dB (Mode Whisper, 15W CPU TDP), <28dB (Mode Standard, 25W CPU TDP), <42dB (Mode Performance, 45W CPU TDP). Mencegah thermal throttling bahkan ketika layar ditutup dan masuk docking. Anda mendapatkan 25W daya murni hampir dalam keheningan total (<28dB), memastikan suasana rapat direksi atau perpustakaan yang sangat profesional dan tanpa distraksi. |
Keyboard |
Full-size, Backlit, Water Spill-Resistant dengan Lapisan UV Khusus
|
Touchpad |
110 cm² Edge-to-Edge Glass Haptic Touchpad
|
I/O Ports | Kiri: 1x Thunderbolt™ 4 (40Gbps, 4K, PD3.0), 1x USB-A 3.2 Gen2 (10Gbps), 1x HDMI 2.1 TMDS (4K@60Hz), 1x 3.5mm combo jack. Kanan: 1x Thunderbolt™ 4 (40Gbps, 4K, PD3.0), 1x USB-A 3.2 Gen2 (10Gbps). Mobilitas bebas-dongle seutuhnya. Melalui port kecepatan tinggi Type-C dan Type-A di kedua belah perangkat, kaum profesional leluasa menyematkan pernak-pernik gawai apa pun terlepas posisi meja. |
Wireless & Antennas |
Triple-band 2x2 Wi-Fi 7 (802.11be) + Bluetooth® 6.0 dengan LDS
|
Audio & Mikrofon |
6-Speaker Spatial Audio dengan Dolby Atmos Perangkat Keras: 2x 3411 Dual-diaphragm 5cc woofers, 2x 1610 tweeters, 2x Cirrus CS35L56 Smart Amps, 1x Cirrus CS42L43 DAC. Metrik: 95dB peak loudness. Menghancurkan kualitas audio rata-rata ultrabook (menyentuh 95dB vs 85dB pesaing). Penataan tumpuk woofer/tweeter menyerukan bass melimpah bertabur rentang vokal tajam. Saat digabung mikrofon Noise-Canceling AI berbasis "VoicePrint", Anda siap menuntaskan hybrid meeting di kafe gaduh tanpa perlu menggunakan headset. |
Baterai & Pengisian Daya |
70 Wh, 4-cell Li-Polymer (Arsitektur 2S2P)
|
Keamanan Enterprise |
ASUS ExpertGuardian & NIST SP 800-193 Compliance
|
Sasis & Durabilitas |
CNC AZ31B Magnesium-Aluminum dengan ASUS Nano Ceramic Technology
|
Dimensi & Bobot |
31.09 x 21.28 x 1.09 cm Versi POLED: 0,99 kg Versi Tandem OLED: 1,09 kg Representasi final "Featherlight.". Profilnya lebih mungil melampaui rentang para rival ukuran setara; mengusir keletihan pundak dan tangan, namun tetap memangku kinerja utuh. |
Tentang ASUS
ASUS (2357.TW) adalah pemimpin teknologi inovatif yang menghadirkan solusi AI paling komprehensif di dunia, mencakup Infrastruktur, AI Fisik (Physical AI), PC dan Perangkat AI, serta pengembangan keunggulan berbasis AI (Engineering the AI Advantage). Berlandaskan strategi "Ubiquitous AI. Incredible Possibilities", ASUS mewujudkan penerapan AI di seluruh spektrum, mulai dari tingkat perusahaan (enterprise) hingga edge. Portofolio ASUS juga mencakup sub-merek ROG dan ProArt yang melayani para gamer dan kreator di seluruh dunia.
Di tahun 2025, ASUS kembali mengukuhkan diri sebagai pemimpin pasar laptop di Indonesia dengan penguasaan pasar lebih dari 30%. Pencapaian tersebut juga menandakan bahwa ASUS telah menjadi pemimpin pasar laptop consumer di Indonesia selama lebih dari satu dekade berturut-turut.
Kepemimpinan ASUS di pasar laptop consumer Indonesia selama 12 tahun terakhir tidak terlepas dari kualitas produk. ASUS telah menghadirkan banyak sekali inovasi teknologi mulai dari laptop ultra-ringkas dengan bezel layar tipis, laptop layar ganda, hingga laptop berperforma tinggi yang khusus dirancang untuk para konten kreator dan gamer.
Di industri gaming, ASUS juga telah menjadi brand gaming nomor 1 di Indonesia dengan ekosistem terbesar selama satu dekade terakhir. Berdasarkan data, jumlah total aktivasi laptop gaming ASUS ROG berbasis NVIDIA® GeForce RTX™ 50 series telah mencapai lebih dari 50% untuk pasar Indonesia. Artinya, antusiasme produk laptop gaming ASUS ROG didominasi pada laptop RTX™ 50 series, dan ASUS ROG menjawab kebutuhan serta minat para gamers di Indonesia untuk inovasi terbaru ini.
Untuk segmen commercial, di tahun 2025 ASUS berhasil mengatasi pertumbuhan negatif yang terjadi di seluruh industri PC commercial dunia. Di Indonesia sendiri, ASUS sukses meraih pertumbuhan 117% Year on Year dan sampai kuartal kedua 2026, berada di posisi 2 di industri PC B2B.(SUR/OR1)