Header Kasus Flu Singapura Melonjak di Kotim, 66 Anak Terjangkit Sepanjang 2026

Ilustrasi Flu Singpura (Foto: Tyli Jura/pixabay)

Kasus Flu Singapura Melonjak di Kotim, 66 Anak Terjangkit Sepanjang 2026

Sampit, Kanalkalteng.com – Lonjakan kasus Flu Si ngapura mulai mengkhawatirkan di Kotawaringin Timur. Dinas Kesehatan setempat mencatat 66 kasus suspek Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD) sepanjang 2026, dengan tren peningkatan dalam beberapa pekan terakhir.

Baca juga: Karhutla Palangka Raya Ditangani saat Hari Minggu, Petugas Sisir Bara dengan Drone

Kenaikan paling mencolok terlihat pada pekan ke-24. Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Nugroho Kuncoro Yudho, menyebut jumlah kasus mencapai 18 dalam satu pekan, lebih tinggi dibandingkan minggu sebelumnya. 

”Pada minggu ke-24, kasus suspek Flu Singapura tercatat ada 18 kasus. Jika dibandingkan minggu sebelumnya angka tersebut meningkat,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).

Catatan Dinkes menunjukkan pola fluktuatif sejak kasus pertama muncul pada minggu ke-17. 

Angka sempat naik dari 8 kasus pada minggu ke-19 menjadi 10 kasus di minggu ke-20, lalu turun ke 3 kasus pada minggu ke-21. Namun tren kembali menanjak pada minggu ke-23 dan ke-24, masing-masing 10, 14, hingga 18 kasus.

Sebaran kasus terkonsentrasi di Kecamatan Baamang. Puskesmas Baamang 1 mencatat 10 kasus, sementara Baamang 2 mencatat 18 kasus. Total 28 kasus hanya dari satu kecamatan.

HFMD merupakan infeksi virus yang umumnya menyerang bayi dan anak-anak, terutama usia di bawah 10 tahun. 

Penularan berlangsung sangat cepat, melalui air liur, percikan batuk atau bersin, cairan lepuh, tangan yang terkontaminasi, benda yang digunakan bersama, hingga tinja penderita.

Nugroho mengingatkan bahwa meski umumnya bersifat ringan, penyakit ini tetap berisiko. 

”Walaupun umumnya penyakit ini tergolong ringan, namun perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan dehidrasi serta dalam sebagian kecil kasus menimbulkan komplikasi serius,” jelasnya.

Upaya pencegahan menjadi kunci menekan penyebaran. Masyarakat diminta membiasakan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan, setelah dari toilet, setelah mengganti popok, serta setelah membersihkan anak.

Kebiasaan berbagi alat makan, minum, handuk, mainan, atau sikat gigi dengan anak yang sakit perlu dihindari.

Orang tua juga diminta mengajarkan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau lipatan siku. 

Permukaan yang sering disentuh anak, seperti mainan, meja, dan gagang pintu, harus rutin dibersihkan dan didisinfeksi.

Anak yang terinfeksi disarankan beristirahat di rumah dan tidak mengikuti aktivitas di sekolah, PAUD, maupun tempat bermain hingga kondisi membaik. Asupan cairan yang cukup juga penting untuk mencegah dehidrasi.

Pencegahan, menurut Nugroho, harus menjadi prioritas utama mengingat tingkat penularan HFMD yang tinggi. Kesadaran orang tua dan pengasuh memegang peran penting dalam mengendalikan penyebaran.

Pemantauan kasus terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur. Sosialisasi langkah pencegahan juga akan diperkuat guna melindungi masyarakat, terutama kelompok anak-anak yang paling rentan.

Penulis  : Deviana 

Editor    : Surya

Share this Post